HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB) Komisariat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menampilkan kreativitas Pentas Budaya dan Deklarasi Bhinneka Tunggal Ika. Aksi ini dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke-17, di Alun-Alun Pamulang, Sabtu (6/12/2025) mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB.
Ketua KMB UMJ, Fahrial, bersama Ketua Keluarga Mahasiswa Minang (KMM) UMJ, Zamrud Sabdi Putra, berkolaborasi menyajikan pertunjukan seni sekaligus menggalang donasi untuk korban bencana alam di Sumatera Barat. Kolaborasi dua organisasi kedaerahan ini menjadi warna tersendiri dalam perayaan hari jadi Tangsel.
“Ini kolaborasi yang apik. Kreativitas dan spirit anak muda harus berbeda. Ketika punya keinginan, hampir tak ada yang mustahil diwujudkan karena energi mereka sangat besar,” ujar Fahrial.
Pentas budaya menampilkan berbagai atraksi, mulai dari silat, tari daerah, hingga paduan suara. Sajian tersebut menjadi pengingat pentingnya merawat warisan budaya sebagai identitas bangsa.
Tak hanya seni, kegiatan juga diisi dengan sesi edukatif. Abang dan Nona Tangsel memberikan pencerahan tentang bahaya bullying, sementara Duta Narkoba Tangsel menyampaikan penyuluhan mengenai bahaya narkotika kepada para pengunjung.
Sejumlah tokoh turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Camat Pamulang H. Mukroni, pejabat Dispora Tangsel Deden Humaedi, Ketua Komunitas Mahasiswa Jawa Komisariat UMPAM, serta Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Gusdarti Ilyas bersama tim paduan suara. Hadir pula tokoh agama Hindu Drs. Ida Ketut Ananta MM dan tokoh agama Khonghucu, Heriyanto.
Hadir juga, Tokoh masyarakat Tangsel, Dr. H. Fachruddin Zuhri, yang memberikan apresiasi atas kerja cepat dan semangat para mahasiswa. Dalam waktu kurang dari tiga minggu, mereka mampu menghadirkan kegiatan besar yang memadukan budaya, edukasi, dan aksi sosial.
“Anak-anak muda perlu mentor yang memahami keinginan mereka. Secara alami mereka menemukan mitra diskusi yang tepat sehingga semangat mereka tetap terjaga,” ujarnya.
Gelaran ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bukti bahwa generasi muda Tangsel mampu merawat kebhinekaan, memelihara budaya, dan berkontribusi bagi sesama. (din).



