back to top
BerandaTangerang RayaMahasiswa UPJ Kembangkan Sistem IoT Pendeteksi Dini Aritmia untuk Pencegahan Penyakit Jantung

Mahasiswa UPJ Kembangkan Sistem IoT Pendeteksi Dini Aritmia untuk Pencegahan Penyakit Jantung

HARIANRAKYAT.ID- Penyakit jantung, khususnya aritmia atau kelainan irama jantung, kerap muncul tanpa gejala jelas pada tahap awal. Kondisi ini membuat deteksi dini menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanganan yang efektif. 

Menjawab tantangan tersebut, Irvan Nurfauzan Saputra, mahasiswa program studi Informatika Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), merancang Sistem Pendeteksi Kelainan Denyut Jantung Berbasis Internet of Things (IoT) sebagai alat skrining awal penyakit aritmia.

Perangkat ini memadukan sensor medis miniatur Elektrokardiogram (ECG) dengan mikrokontroler yang terhubung ke jaringan IoT. Sistem bekerja dengan memantau detak jantung secara real-time, menganalisis pola denyut, dan mengidentifikasi anomali yang dapat menjadi indikasi awal aritmia.

“Awalnya kami ingin membuat alat yang bisa membantu orang mendeteksi masalah jantung sebelum terlambat. Sensor ECG mini membaca detak jantung, lalu data dianalisis oleh mikrokontroler. Jika terdeteksi pola tidak normal, sistem akan mengirim notifikasi ke ponsel pengguna atau pusat pemantauan,” jelas Irvan.

Keterangan Foto : Mahasiswa UPJ Kembangkan Sistem IoT Pendeteksi Dini Aritmia untuk Pencegahan Penyakit Jantung/Dok UPJ

Ia menegaskan bahwa inovasi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dokter, melainkan berfungsi sebagai pendamping proaktif.

“Kami tidak ingin alat ini menggantikan diagnosis medis, tapi menjadi skrining awal. Dengan peringatan dini, pengguna dapat segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Untuk memastikan akurasi, sistem ini telah melalui uji coba terbatas dengan pendampingan seorang dokter spesialis jantung. Hasil awal menunjukkan potensi besar teknologi ini sebagai perangkat pendukung medis, terutama bagi masyarakat dengan risiko tinggi penyakit jantung.

Inovasi ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kualitas hidup melalui deteksi dini yang mudah diakses. UPJ menilai, riset ini menjadi bukti bahwa kolaborasi teknologi dan kesehatan mampu menghasilkan solusi nyata bagi masalah medis yang mendesak.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News