back to top
BerandaTangerang RayaBegini Kata Ketua LPTQ Tangsel, Awal Mula Cabang Murottal Rungu Wicara Dilombakan...

Begini Kata Ketua LPTQ Tangsel, Awal Mula Cabang Murottal Rungu Wicara Dilombakan pada MTQ XVI Tangsel 

HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Musabaqah cabang Murottal Rungu Wicara pada MTQ ke XVI tingkat Kota Tangsel berlangsung di Kecamatan Setu, (3-6/8/2025) diikuti 20 peserta. Jumlah itu hasil seleksi dari 40 peserta. 

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangsel KH Sobron Zayyan menceritakan mula muncul gagasan Cabang Murottal Rungu Wicara, berawal dari kelompok Fatayat yang menyampaikan hal itu kepada dirinya. Akhirnya menerima usulan itu untuk diikutsertakan pada MTQ tahun ini.

“Semula saat ibu-ibu Fatayat berkunjung kerumah kemudian menceritakan bawa banyak rungu wicara pandai membaca Al Quran untuk diwadahi pada MTQ. Akhirnya kita masukan dan lombakan,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Al Qur’aniyah saat ditemui di lokasi aren utama.

Sambungnya, ternyata setelah diakomodir pesertanya cukup banyak. Mereka antusias ikut serta. Bahkan totalnya yang ikut serta mencapai 40 orang. Namun karena waktu dan kondisi yang ada di lapangan, maka dibatasi.

“Menghitung waktu dan lain sebaginya maka jumlahnya diseleksi lagi hanya dua puluh peserta,” tugasnya. 

Bukan hanya peserta yang rungu wicara, termasuk dewan jurinya ada yang memang bisa komunikasi dengan mereka. Termasuk ada dewan juri yang berasal dari mereka.

 “Kami hadirkan dewan hakim yang bisa berkomunikasi dengan mereka. Termasuk dari mereka yang memang memahami bahasa sehari-hari,” imbuh ia.

Cabang Murottal Rungu Wicara ini memperlombakan kemampuan peserta dalam membaca Alquran dengan menggunakan bahasa isyarat. Dengan adanya cabang ini, diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas rungu wicara untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka dalam membaca Alquran.

“Cabang ini baru pertama kali diperlombakan dalam MTQ, baik provinsi maupun nasional, dan Kota Tangsel yang mempeloporinya. Semoga bisa diikuti oleh kabupaten/kota, provinsi, bahkan nasional,” harapnya.

Hadirnya cabang ini mendapatkan sambutan dan apresiasi atas terobosan LPTQ Tangsel dari Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah serta Walikota Tangsel Benyamin Davnie.

Wali Kota Tangsel H. Benyamin Davnie menyampaikan dua cabang baru yaitu Cabang Rungu wicara dan Kaligrafi Digital (Kaligrafi Listrik). Kedua cabang ini menjadi simbol kemajuan dan inklusivitas dalam Musabaqah. Selain itu juga menjadi komitmen Kota Tangsel dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi siapa saja untuk dekat dengan Al-Qur’an.

“Ini adalah langkah maju, sebuah ikhtiar mulia menjadikan MTQ bagi seluruh umat, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Untuk Cabang Rungu wicara ini belum ada di manapun bahkan di Indonesia,” ujar Wali Kota Tangsel, penuh haru.

Wakil Gubernur Banten, H. Dimyati Natakusumah, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan LPTQ Tangsel atas penyelenggaraan MTQ yang begitu progresif.

“Saya sangat senang dan bangga, ada cabang disabilitas yang dilombakan. Ini perlu kita dorong agar mereka terus semangat belajar dan mengamalkan Al-Qur’an, walaupun dengan keterbatasan,” ujarnya. (din).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News