HARIANRAKYAT.ID, TANGERANG-Ketua Dewan Hakim MTQ Banten yang juga Pengurus Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tangsel menekankan pentingnya integritas Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXI Provinsi Banten. Tahun 2025 ini berlangsung di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, (25-30/4/2025).
Ahmad Tholabi Kharlie yang juga sebagai Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bahwa MTQ XXII dijadikan momentum penting strategis untuk melahirkan duta terbaik untuk MTQ Nasional 2026.
“Tahapan MTQ adalah tahapan paling krusial untuk menentukan duta Banten yang benar-benar terbaik,” ucapnya saat menyampaikan materi Orientasi Dewan Hakim, Sabtu (25/4/2025) sesaat menjelang pembukaan MTQ tadi malam.
Karenanya, dia mewanti-wanti dewan hakim agar mengindahkan kode etik perhakiman dan pedoman pelaksanaan musabaqah yang tertuang dalam petunjuk teknis pelaksanaan MTQ ke-22 Provinsi Banten.
Dewan hakim MTQ ke-XXII Provinsi Banten, dikatakan, harus bersikap netral, jujur, adil, dan tidak boleh ada keberpihakan dengan mementingkan ego kedaerahan.
“Kekeliruan dewan hakim yang terjadi, apalagi dengan sengaja dan secara melawan hukum tidak hanya akan merugikan peserta tapi juga akan membawa Banten pada keterpurukan,” dia mengingatkan.
Dia tekankan, untuk mengembalikan kejayaan Banten diperlukan itikad baik dan kerja keras dari semua pemangku kepentingan untuk memastikan semua tahapan MTQ berjalan secara benar dan berintegritas.
“Tugas para hakim pada MTQ ke-XXII Banten akan menentukan kualitas duta dan reputasi kafilah Banten pada MTQ Nasional,” dia tambahkan.
Para hakim sedianya bisa menyampaikan pendapat berdasarkan kaidah keilmuan dan informasi yang up date, sehingga melahirkan penilaian yang objektif.
“Jika memaksakan kehendak dalam penilaian tanpa argumen keilmuan dan informasi baru, akan dievaluasi untuk penugasan berikutnya,“ saran dia.
Dia memaparkan sejumlah catatan evaluatif terhadap pelaksanaan musabaqah yang masih banyak menyisakan persoalan dan kelemahan.
“Kita tentu berharap agar semua kelemahan dan persoalan ini dapat diantisipasi sehingga tidak terjadi pada pelaksanaan MTQ Banten tahun ini”, pinta dia.
Profesor yang bersuara emas ini mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya dilihat dari sisi penyelenggaraannya saja tapi juga output MTQ yang dihasilkan melalui proses yang profesional dan berintegritas. (din).



