HARIANRAKYAT.ID, JAWA BARAT- Lembaga Amil Zakat (LAZ) Griya Yatim Dhuafa (GYD) membuka dapur gizi bagi warga terdampak bencana alam Sukabumi Jawa Barat.
Ketua LAZ GYD Engkos Kosasih menjelaskan bahwa dapur gizi tersebut menyediakan layanan sarapan pagi, makan siang dan makan malam untuk pengungsi 68 Kepala Keluarga (KK), 188 jiwa melalui Dapur Gizi di Desa Ciengang, Kampung Suradita, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
“Dapur Gizi melayani korban pengungsian di Sekolah Darurat SD Negeri Suradita Gegerbitung Sukabumi Jawa Barat,” beber dia.
Lanjut ia, bencana alam yang melanda Kabupaten Sukabumi Jawa Barat melahirkan banyak korban yang memerlukan bantuan sesegera mungkin. Para korban harus diberikan perhatian kebutuhan mendesak dalam asupan makanan setiap hari.
“Mereka juga memberikan therapy hilling untuk anak-anak usia SD dan merapihkan lingkungan sekitar pengungsian,” tambah dia.
Sementara itu Koordinator Lapangan LAZ GYD, Anto, menambahkan posko dapur gizi melibatkan 10 orang relawan yang menjalankan program kemanusiaan di posko dapur gizi tersebut.
“Semoga semakin banyak relawan yang ikut membantu meringankan beban saudara kita di Sukabumi Jawa Barat,” harap Anto.
Selain itu, keberadaan posko dapur gizi tersebut bisa diharapkan bisa membantu meringankan beban korban bencana di Sukabumi sehingga mereka bisa kembali pulih.
“Semoga keadaan segera pulih, anak-anak bisa kembali belajar dengan normal dan warga bisa beraktivitas kembali sehingga tidak mengganggu perekonomian mereka,” tambah dia.
Maka untuk meringankan beban saudara-saudara yang terkena musibah agar berikan dikuatkan, ketabahan dan keikhlasan. “Serta dimudahkan segala urusan dengan harapan pemerintah setempat segera memberikan tempat tinggal yang lebih baik,” doanya dia.
Sementara itu perwakilan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Hendra, menyampaikan terima kasih kepada langkah LAZ GYD yang mendirikan dapur gizi dan sangat membantu meringankan beban korban bencana.
“Kami sangat berterima kasih dari inisiatif LAZ GYD yang telah mendirikan Dapur Gizi yang bisa hadir cepat di tengah kebutuhan para pengungsi,” tutup ia di dampingi Opik rekan kerja Hendra di BPBD. (din)



