637 Siswa MI Assa’adatuddarain 1 Pamulang Pamer Budaya Nusantara
Sebanyak 637 murid MI Assa’adatuddarain 1 Pamulang mengikuti Festival Seni dan Budaya (FESTSENADA) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk mengenal, melestarikan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Nusantara sejak dini.
HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL – Sebanyak 637 murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Assa’adatuddarain 1 Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengikuti Festival Seni dan Budaya (FESTSENADA) Tahun Ajaran 2026/2027, pada 12–14 Oktober 2026.
Mengusung tema “Kenali Budayanya, Cintai Seninya, Bangga Indonesianya”, berlangsung di lingkungan sekolah ini sebagai sarana bagi murid kelas I hingga VI. Mereka mengenalkan sekaligus mencintai kekayaan seni dan budaya Nusantara.
Kepala MI Assa’adatuddarain 1 Pamulang, Sehabudin Nur, S.Th.I., mengatakan FESTSENADA dirancang sebagai kegiatan edukatif dan kreatif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak dini.
“Acara berlangsung pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan ini menjadi wadah bagi murid untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan keberagaman seni serta budaya Indonesia,” ujarnya saat pembukaan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah oleh Khadijah Ayuka Putri dan M. Syamil Yusuf Nurakmal, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Ketua panitia, Novelia Cikitha, M.Pd., menjelaskan FESTSENADA diisi beragam pertunjukan dan perlombaan yang melibatkan murid, guru, serta orang tua.
"Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain parade Nusantara, paduan suara lagu daerah, dan pertunjukan tarian tradisional dari berbagai wilayah Indonesia," imbuhnya.
Para murid juga mengikuti fashion show busana kreasi adat Nusantara berbahan daur ulang, lomba masakan tradisional khas berbagai provinsi.
"Termasuk festival jajanan melalui kegiatan market day. Setiap stan dihias secara kreatif sesuai tema daerah yang telah ditentukan panitia," imbuhnya.
Tak hanya mengenalkan budaya, FESTSENADA juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan operasi bersih.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter agar murid terbiasa menjaga kebersihan sejak dini.
Ketua Yayasan Daarul Hikmah, H. Hariyadi, S.Ag., yang hadir bersama Pengawas Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Pamulang Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Dr. Hj. Khadijah Muhsin, M.M., mengatakan FESTSENADA juga menjadi bagian dari penilaian kokurikuler dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).
Menurutnya, pendekatan tersebut menekankan tiga prinsip pembelajaran, yakni mindful, meaningful, dan joyful, yang berarti pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan.
“Melalui kegiatan ini, madrasah berharap murid tidak hanya mengenal kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, semangat kebersamaan, serta kecintaan terhadap tanah air,” tuturnya.
Pelibatan murid, guru, dan orang tua dalam FESTSENADA sekaligus memperkuat kolaborasi antara madrasah dan keluarga dalam membangun karakter anak serta menjaga kelestarian seni dan budaya bangsa.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan panitia. (*)