HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) resmi melepas 16 Petugas Haji Kloter dan Petugas Haji Daerah (PHD) 2026. Petugas siap memberikan pelayanan optimal bagi jamaah di Tanah Suci, baik keselamatan, kesehatan, dan kekhusyukan ibadah.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan melepas para petugas. Menegaskan, tugas mendampingi jamaah haji bukanlah hal yang mudah sehingga membutuhkan kesiapan penuh.
“Menjadi petugas haji adalah amanah besar. Tugas ini tidak ringan karena harus memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk,” ujarnya, di Aula Islamic Center Baiturrahmi BSD, Rabu (14/4/2026) siang.

Pilar juga mengingatkan agar para petugas menjadikan penugasan ini sebagai bentuk pelayanan kepada tamu Allah, khususnya jamaah asal Tangsrl, sehingga dapat membantu mereka meraih haji mabrur.
Acara pelepasan ini tidak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga momentum emosional. Para tamu undangan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga keluarga petugas turut memberikan doa dan ucapan selamat.
Satu per satu mereka menyalami para petugas, melepas mereka sebagai duta Kota Tangsel yang akan mengawal jamaah dalam menjalankan rukun Islam kelima.
Kehangatan semakin terasa ketika interaksi antar hadirin berlangsung akrab. Raut bangga sekaligus haru terlihat jelas, baik dari para petugas maupun keluarga yang hadir.
Mereka menyadari bahwa tugas ini bukan hanya perjalanan fisik ke Tanah Suci, tetapi juga amanah besar yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Para petugas yang diberangkatkan berasal dari berbagai latar belakang profesi dan keahlian. Mereka telah melalui proses seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, mulai dari tahapan administrasi, kompetensi, hingga kesiapan fisik dan mental.
Hal ini memastikan bahwa petugas yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas untuk memberikan pelayanan terbaik.
Salah seorang petugas Pembimbing Ibadah Kloter JKB 4, Azharul Fuad, menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, peran petugas haji tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga harus mampu membaca situasi dan mengantisipasi potensi permasalahan sejak dini.
“Amanah menjadi Petugas Haji dan PHD Kota Tangsel mengedepankan penanganan preventif. Sebelum terjadi sesuatu yang merugikan jemaah, para petugas harus mampu mendeteksi potensi gangguan di lapangan dan sudah mempersiapkan mitigasinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi di Tanah Suci sangat dinamis, mulai dari kepadatan jemaah, perbedaan budaya, hingga faktor lingkungan. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapan menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas.
Salah satu perhatian utama pada musim haji 2026 adalah potensi cuaca panas ekstrem. Azharul Fuad mengingatkan bahwa suhu tinggi dapat berdampak serius terhadap kesehatan jemaah, terutama bagi lansia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
“Petugas harus mampu memberikan edukasi kepada jemaah, selain persoalan ibadah juga harus bisa memberikan edukasi seperti pentingnya menjaga hidrasi, menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari, serta mengenali gejala awal gangguan kesehatan akibat panas,” tambahnya.
Selain itu, petugas juga diharapkan sigap dalam memberikan pertolongan pertama serta berkoordinasi dengan tim medis apabila ditemukan kondisi darurat. Kecepatan dan ketepatan penanganan dinilai sangat menentukan dalam meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran, keselamatan, dan keberkahan bagi para petugas dalam menjalankan tugas mereka. Harapan besar disematkan agar seluruh jemaah haji asal Kota Tangerang Selatan dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
Dengan semangat pengabdian dan kesiapan yang matang, para Petugas Haji Kloter dan PHD Kota Tangerang Selatan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan optimal, sekaligus membawa nama baik daerah di kancah pelayanan haji nasional. (din).



