HARIANRAKYAT.ID, KOTA KEDIRI-Soal pencemaran sumur akibat SPBU Tempurejo, Kecamatan Pesantren Kota Kediri terus ditangani. Dari 14 sumur, 11 sudah dinyatakan aman untuk digunakan oleh warga.
Hasil remediasi pemulihan pencemaran SPBU Tempurejo telah disampaikan oleh tim Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya bertempat di Balai Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jumat (2/8/2024).
Pihak Laboratorium ITS Ipung Fitri Purwanti mengatakan upaya pemulihan dilakukan sejak bulan November 2023 hingga Juni 2024. Dari 14 sumur ada, 4 yang masih belum nol total Petroleum Hidrokarbon (0-TPH) pada bulan Mei.
“Pada saat sampling yang terakhir pada bulan Juni 2024, ternyata masih ada 3 sumur belum nol-TPH nya, yaitu milik Bapak Sugiono, Bapak Heri dan Ibu Semi. Sedangkan untuk sumur yang lain sudah nol-TPH nya,” ujarnya.
Ia merinci, kadar TPH yang cukup tinggi berada di sumur Sugiono dengan kadar 59-TPH, serta Heri 10-TPH, dan Semi 9,5,L-TPH,
“Pada tanggal 18 Juli 2024, kami telah menyampaikan hasil ini ke Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri dan merekomendasikan tentang tindak lanjut yang harus dilakukan untuk mendapatkan nol-TPH,” tambah ia.
Kuasa Hukum SPBU Zakia Rahma mengungkapkan terkait sisa 3 sumur warga yang belum nol-TPH atau masih ada kandungan minyak dalam air, pihaknya menegaskan tidak akan melepas tanggung jawab.
“Akan tetap melaksanakan treatment seperti pengurasan, memberikan dispersant, pengujian, kompensasi dan dicukupi kebutuhan akan air minum dan air PDAM,” ucapnya.
Sambungnya hanya memutus kompensasi dari 11 warga yang sudah nol-TPH nya. Sehingga air sumur dapat digunakan kembali. Sementara masih ada bau hanya karena lama nggak digunakan. “Jadi kalau dibilang berbahaya kan sudah tidak ada,” tandas ia.
Lurah Tempurejo Oriza Mahendra Jaya mengatakan keinginan warga sangat sederhana yakni kembalinya sumur seperti sedia kala.
“Mintanya sumur supaya kembali seperti sebelumnya. Sebenarnya mereka tidak minta kompensasi sekian-sekian, Jadi harapannya seperti ini,” ujar Oriza.
Dikonfirmasi usai acara, Kepada Dinas DLHKP Kota Kediri Imam Muttaqin mengatakan akan terus mengawal terkait proses normalisasi terhadap 3 sumur itu dan 5 sumur terbuka lainnya.
“Treatmentnya juga sudah maksimal, sesuai dengan petunjuknya dari ITS tapi ternyata masih ada beberapa yang belum nol,” ucapnya.
Dirinya berharap pada akhir tahun 2024 ini semua sumur tersebut bisa segera selesai.
”Kita targetkan supaya nanti akhir tahun ini sudah clear semuanya,” tutupnya. (lik).
| BalasTeruskanTambahkan reaksi |



