Wujudkan Sekolah Ramah Anak, SDN Babakan 2 Tangsel Bekali 600 Siswa Edukasi Anti Kekerasan
\nRatusan siswa SDN Babakan 2, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, tampak antusias mengikuti kegiatan edukasi pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Kegiatan digelar...
Ratusan siswa SDN Babakan 2, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, tampak antusias mengikuti kegiatan edukasi pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Kegiatan digelar di halaman sekolah pada Jumat pagi (26/9/2025) itu diikuti sedikitnya 600 siswa-siswi dari berbagai tingkatan.
\n\n\n\nAnalisis Kebijakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel, Hartina Hajar, menegaskan sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, sekaligus ramah anak. Ia menyebut, selain lingkungan sekolah, faktor keluarga dan lingkungan sosial juga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak.
\n\n\n\n“Di SDN Babakan 2, semua pihak terlibat aktif, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga para siswa sendiri, dalam upaya pencegahan kekerasan termasuk bullying,†ujarnya di dampingi, Sekretaris Lurah Babakan Rine Legina dan Kasi Pemerintahan dan Ketertiban Umum, Dewi.
Menurutnya, langkah nyata sekolah tampak dari berbagai kegiatan, seperti sosialisasi berkelanjutan, integrasi nilai iman dan takwa melalui sholat dhuha berjamaah, penyuluhan anti kekerasan di kelas, hingga pembiasaan karakter positif lewat keteladanan guru.
\n\n\n\n“Sekolah juga menjalin kerja sama erat dengan orang tua dan instansi terkait, agar program pencegahan kekerasan berjalan efektif dan menyeluruh,†tambahnya.
\n\n\n\nDengan pendekatan itu, Hartina menilai SDN Babakan 2 menunjukkan komitmennya sebagai sekolah ramah anak yang bebas dari kekerasan, sehingga peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
\n\n\n\nSementara itu, Kepala SDN Babakan 2, Ismariyanah, S.Pd mengapresiasi langkah Pemkot Tangsel melalui DP3AP2KB yang turun langsung memberikan edukasi kepada siswa. Ia berharap pembekalan ini dapat menjadi benteng awal bagi anak-anak agar mampu memahami sekaligus menghindari perilaku kekerasan.
\n\n\n\n“Ini program bagus untuk anak-anak, bahkan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain. Mereka diajarkan mengenali bentuk kekerasan fisik, seksual, penelantaran, hingga eksploitasi anak. Harapannya, siswa bisa melindungi diri dan menghindari kekerasan baik di sekolah maupun di masyarakat,†pesannya. (din).
\n