HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
HARIANRAKYAT.ID Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
BerandaTangerang RayaSemboyan Tandur Seng Dipangan, Pangan Seng Ditandur, KWT Putik Sari 009 Tangsel...

Semboyan Tandur Seng Dipangan, Pangan Seng Ditandur, KWT Putik Sari 009 Tangsel Rayakan HUT Perdana

KOTA TANGSEL-Perayaan hari jadi yang pertama bagi Kelompok Wanita Tani (KWT Putik Sari 009) Bambu Apus Kecamatan Pamulang dihelat pada Minggu 22 Januari 2023. Momen kegembiraan dengan mengusung Tema “Manfaatkan Lahan Sempit Menjadi Duit” cukup menarik perhatian.

Perayaan 1 tahun berdirinya KWT Putik Sari 009 dibentuk pada 22 Januari 2022 silam ini, dirangkai banyak kegiatan. Seperti peninjauan lahan kebun hydroponic KWT Putik Sari 009, dan  pemberian bantuan pupuk dan benih sayuran oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan Kota Tangsel Yepi Suherman dan Serta Ibu Wakil Walikota Tangsel Hj Raden Roro Truetami Ajeng Soediutomo yang meng endorse produk-produk kuliner UKM warga RW 009 di Tajir 09.

Hj. Ajeng dalam kesempatan itu menuturkan jika dirinya begitu senang melihat ibu-ibu KWT Putik Sari 009, telah menggeluti soal tanam menanam selama 1 tahun ini. Dengan  hasil yang perkembangan cukup pesat. Menurutnya dengan tema “Manfaatkan Lahan Sempit Menjadi Duit” selaras dengan semangat kaum ibu-ibu.

Simbolis-Kepala DKP3 Tangsel Yepi Suherman (kanan), Ibu Wakil Walikota Tangsel Hj Raden Roro Truetami Ajeng Soediutomo menerima simbolis potongan tumpeng dari Ketua KWT Putik Sari 009 Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Inayah.

“Duit yang menjadi pendorong ibu-ibu untuk semangat melakukan kegiatan KWT. Karena memang ibu-ibu senang dengan duit,”  ujarnya disambut tepuk tangan.

Demikian juga diutarakan Ketua KWT Putik Sari 009 Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Inayah mengajak kaum wanita untuk memanfaatkan lahan semaksimal mungkin. Di sekeliling rumah jika masih ada ruang untuk bisa bercocok tanam dapat dimaksimalkan. Sebab dampaknya sangat baik, untuk mengurangi beban keuangan belanja sehari-hari.

“Kami mengajak semuanya untuk bisa memanfaatkan lahan  yang ada di sekitar rumah kita. Tandur seng dipangan, pangan seng ditandur. Tanam yang dimakan, dan makan yang ditanam. Sehingga harapan kedepannya kita bisa mandiri pangan,” ujarnya.

Menurutnya jika tekad sudah bulat untuk mengurangi beban keuangan dalam hal kebutuhan pokok, tanam cabe-cabean dan sayur mayur sudah jadi solusi. Meski tidak mencukupi. Minimal dapat menutupi kekurangan saat butuh konsumsi sehari-hari.

 “Lahan sempit bukan jadi halangan, jika dimaksimalkan dan dikelola dengan baik maka akan dapat menghasilkan duit, minimal kita kurangi budget pengeluaran uang kita,” ujarnya.

KWT Putik Sari 009 sendiri bercita-cita dapat meningkatkan kualitas hasil panen sehingga baik dari segi jumlah serta mutu sayur mayur. Dibarengi dengan semangat bersama untuk memperbarui keterampilan dan ilmu  cara mengolah sayuran berkonsep pertanian kotaan.

“Kedepannya kita ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas sayur yang kita tanam. Serta dapat membuat produk olahan. Tentunya dengan pendampingan para penyuluh dan bantuan dari pihak pemerintahan terkait,” tambah ia.

Potong tumpeng-Lurah Bambu Apus Subur (depan kanan), Kepala DKP3 Tangsel Yepi Suherman (empat dari kanan), Ibu Wakil Walikota Tangsel Hj Raden Roro Truetami Ajeng Soediutomo tengah menyaksikan prosesi potong tumpeng.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangsel, Yepi Suherman menguraikan jika produksi pangan pertanian di Tangsel hanya mencukupi kebutuhan sebesar 0,3%.  Sehingga Walikota Tangsel Benyamin Davnie sangat menggalakan warganya yang memiliki lahan tidur agar bisa dimanfaatkan. Untuk apa? Yaitu untuk pertanian urban (pertanian perkotaan) dalam rangka mengurangi kebutuhan pangan dari luar daerah.

“Tentu kolaborasi swadaya masyarakat, pemerintah, dan swasta yang dibangun oleh KWT Putik Sari 009 dapat menjadi contoh kepada wilayah lain di Tangsel. Untuk bisa memajukan kemandirian pangan di wilayahnya perlu seperti ini. Demi kemajuan pertanian Tangsel harus siap GILA (Giat Inovatif Luwes Antusias),” mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel itu menguraikan.

Turut hadir Sekretaris Kecamatan Ayadih, Lurah Bambu Apus,  Subur, BMM (Baitul Mal Muamalat), Penyuluh Pertanian Kecamatan Pamulang, Dika Meylanasari serta para penyuluh pertanian Kota Tangsel. Para penyuluh pertanian tentu menjadi ujung tombak program ketahanan pangan di Kota Tangsel. (red).

Tinggalkan Pesan

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News