HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
HARIANRAKYAT.ID Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
BerandaBeritaRutinan Selasa, Kajian Kitab Kuning MUI Tangsel

Rutinan Selasa, Kajian Kitab Kuning MUI Tangsel

TANGSEL-MUI Kota Tangsel secara rutin mengadakan  Majelis Selasa Pagi dengan pembahasan kitab Al Mizanul Kubro dan Thoriqotul Hushul pukul 09.30 Wib hingga 12.00 Wib, Gedung Kelembagaan Kota Tangsel Jalan Siliwangi no 2 Pamulang, Kota Tangsel.

Kajian kitab kuning ini berjalan setahun lebih dan peserta yang mengikuti kajian terus bertambah. Al Mizanul Kubro  karya agung Syekh Abdul Wahhab al-Sya’rani.  Kitab ini  sangat tepat menjadi solusi berbagai problem di tengah masyarakat yang kerap kontradiktif. Dengan mengulas dan memahami karya agung ini, mampu melihat perbedaan menjadi rahmat.

Syekh Abdul Wahhab al-Sya’rani ulama Timur Tengah yang lahir di Qalqasyandah Mesir pada tahun 898 M/1493 H. Pada  masa pemerintahan Dinasti Mamalik. Ulama yang sangat terpengaruh oleh gurunya  Syekh Ali al-Khowas sehingga kitab yang ditulisnya seperti fikih  Ihyâ’ Ulumuddîn. Terdapat pengaruh tasawuf.

KH Bahrudin, S.Ag pengasuh Ponpes  Daar El Hikam Pondok Ranji, Ciputat Timur Kota Tangsel dengan teliti membacakan dan menterjemahkan kata perkata.

 Di dalam kitab ini Imam Syafi’i berkata “Sesungguhnya mengamalkan dua hadis atau dua pendapat yang berbeda, lebih utama daripada mengabaikan salah satunya,” dinukil Imam Sya’rani dalam kitabnya Mizan al-Kubra.

Pokok-pokok lainnya. Soal mukallaf pada umumnya tidak ada yang keluar dari dua hal. Yaitu kuat dan lemah dari segi iman dan fisiknya pada waktu dan periode yang bersamaan. Maka barangsiapa yang kuat diantara mereka, maka dia akan dibebani dengan kewajiban yang berat dan mengambil ‘azimah. 

Dan barangsiapa yang lemah diantara mereka, maka akan dibebani dengan tugas yang ringan dan mengambil rukhsah. Masing-masingnya tetap dianggap berpegang dengan syariat (Islam) ketika itu. Orang yang kuat tidak diperkenankan untuk mengambil rukhsah dan orang yang lemah tidak dipaksa untuk mengamalkan ‘azimah. 

Dengan standarisasi ini, maka hilanglah segala bentuk pertentangan diantara dalil-dalil syariat dan begitu juga dengan kontradiksi beberapa pandangan ulama yang berbeda.

Demikian disampaikan Kodimul majelis KH Sirojudin Mukhtar, Lc, M.A  Kitab Thoriqotul Husul karya ulama Nusantara KH Sahal Mahfudh. Kitab ini setebal 500 halaman membahas soal usul fiqih. (red).

Tinggalkan Pesan

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News