Ribuan Siswa SMAN 2 Tangsel Digembleng Penulis Skenario Film Box Office Indonesia
Ribuan siswa SMAN 2 Tangerang Selatan mengikuti Moolafest 2026 dalam rangka Bulan Bahasa dengan belajar langsung teknik penulisan skenario dari Lele Laila, penulis film box office seperti Danur, KKN di Desa Penari, Ivanna, dan LaddaLand.
HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL — Ribuan siswa SMA Negeri 2 Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat pengalaman berbeda dalam memperingati Bulan Bahasa 2026.
Mereka belajar langsung teknik menulis skenario dari penulis film box office Indonesia, yang digelar di SMAN 2 Tangsel, Jumat (16/10/2026).
Dengan menghadirkan Lele Laila, penulis sejumlah film populer seperti Danur, KKN di Desa Penari, Ivanna, dan LaddaLand.
Momen berharga ini, siswa diajak memahami bagaimana mengembangkan ide dan tulisan menjadi sebuah skenario film yang menarik dan memiliki konstruksi cerita yang kuat.
"Bagaimana kita bisa mengolah cerita menjadi skenario yang baik," ujar Kak AruL Muchsen dari DemiFilm Indonesia, saat ditemui di lokasi.
Lele Laila sapaan akrabnya kak Lele merupakan pilihan tepat sebagai narasumber di kegiatan Moolafest 2026 karena memiliki pengalaman panjang di industri perfilman.
Selain dikenal sebagai penulis cerpen saat masih sekolah hingga akhirnya menjadi penulis sejumlah film box office, kak Lele juga merupakan berlian bersinar Tangsel (karena kak Lele ternyata domisili Tangerang Selatan).
"Bahkan, adiknya juga alumni SMAN 2 Tangsel," pungkas Kak Arul.
Kehadiran kak Lele diharapkan memberikan pengalaman dan inspirasi kepada para peserta Moolafest 2026 dalam penulisan skenario film, Wakasek Yulius menambahkan.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak penulis skenario, terlebih pemerintah saat ini tengah mendorong lahirnya karya-karya perfilman yang mengangkat kisah pahlawan dan sejarah bangsa.
Skenario karya Lele Laila sendiri telah melahirkan sejumlah film yang sukses di pasaran dan telah ditonton puluhan jutaan penonton.
"Dia hadir memberikan pencerahan , bagaimana memulai menjadi penulis skenario dan bagaimana skenario dibangun secara rapi dalam konstruksi cerita yang hidup dan tidak membosankan serta dapat diterjemahkan oleh sutradara," imbuhnya.
Berharap aksi ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya.
Sebab masa depan Indonesia tidak hanya membutuhkan insinyur, dokter dan guru. Industri kreatif juga membutuhkan penulis, sutradara, produser, aktor hingga berbagai profesi lainnya di dunia perfilman pungkas S.Mandji Ketua Komite SMKN 4 Tangsel yang hadir sebagai undangan.
Sebanyak 1.400 siswa dan sekitar 100 tenaga pendidik turut terlibat dalam kegiatan ini. Potensi pengembangan perfilman di SMAN 2 Tangsel dinilai cukup besar.
Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Tangsel, Sri Widiastuti, mengatakan ini merupakan bagian dari peringatan Bulan Bahasa yang rutin digelar setiap tahun sekaligus menjadi momentum memperkuat budaya literasi di sekolah.
"Pengisi materi di sini adalah penulis skenario Danur. Ini memberikan motivasi bahwa literasi bukan hanya sekadar menulis, tetapi film juga merupakan bentuk literasi secara utuh," kata Sri.
Menurutnya, siswa tidak hanya dikenalkan dengan penulisan naskah. Mereka juga ditantang mengenal berbagai profesi dalam industri perfilman, termasuk menjadi aktor dan aktris.
"Anak-anak bukan hanya fokus di bidang eksakta, tetapi juga antusias di bidang seni. Kemungkinan banyak yang memiliki bakat," ujarnya.
Program Bulan Bahasa di SMAN 2 Tangsel digelar untuk memperingati momentum Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Melibatkan tidak hanya guru Bahasa Indonesia, tetapi juga guru Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.
Budaya literasi juga dilakukan secara rutin. Setiap Selasa dan Kamis, selama 10 menit sebelum pembelajaran dimulai, siswa diajak membaca buku di luar materi pelajaran.
Selain itu, setiap tiga bulan sekolah menghadirkan narasumber, baik dari kalangan siswa maupun pihak luar, untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.
"Kami berharap akan lahir penulis skenario dan produser dari sekolah ini. Apalagi sekolah juga mendukung melalui kegiatan ekstrakurikuler Sinemun yang sudah menghasilkan karya film dokumenter," tandasnya.
Ditempat yang sama Ina sapaan akrab Kabid Ketahanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Tangsel mengajak semua peserta mendengar hasil Karya ekskul sinema siswa SMAN 2 Tangsel yaitu trailer film kak Lele. Ribuan peserta terhipnotis oleh suara mencekam denting piano film Danur.
Setelah itu Ina selaku Praktisi Perlindungan Perempuan dan Anak sekaligus orang tua siswa yang membantu memfasilitasi kehadiran kak Lele pada kegiatan Moolafest 2026, mengajak siswa agar mau membawa bekal dari rumah dan menghabiskan bekalnya (STOP BOROS PANGAN), STOP KEKERASAN DAN SAY NO TO DRUGS) demikian slogan tersebut menutup pembicaraan. (din).