News and Education Versi penuh
Tangerang Raya

Program Biopori di Kelurahan Pondok Cabe Udik Alami Kendala, Biaya Tukang serta Minim Partisi Warga

Program pembuatan 1.154 lubang biopori di Kelurahan Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan, mengalami kendala dan belum berjalan optimal.

Oleh Adm 02 Jul 2026 19:44 2 menit baca

HARIANRAKYAT.ID, Tangerang Selatan – Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel mengalami kendala dalam  program pembuatan lubang biopori. Hingga saat ini barangnya masih menumpuk di samping kantor kelurahan bahkan belum digarap.

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Pondok Cabe Udik, Ahyad Busro, menjelaskan bahwa terdapat dua faktor utama yang menyebabkan program ini terhambat. Faktor pertama adalah honor pekerja yang dinilai terlalu rendah, yaitu sekitar Rp90.000 per hari/orang. 

"Dengan upah tersebut, para pekerja diwajibkan membuat 24 lubang biopori per hari, sehingga beberapa di antaranya memilih untuk tidak mengikuti program ini," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Faktor kedua adalah masih kurangnya partisipasi dari sebagian masyarakat dalam mendukung program pembuatan lubang biopori. Meski demikian, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan menyebarkan informasi kepada seluruh RT dan RW mengenai manfaat serta tujuan program tersebut.

"Di Pondok Cabe Udik memiliki program pembuatan 1.154 lubang biopori yang akan tersebar di 71 RT. Program ini bertujuan untuk mengurangi limbah sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air," tambah ia.

Saat ini, sudah terdapat sekitar 240 titik usulan dari masyarakat yang telah mengajukan untuk mengikuti program pembuatan lubang biopori.


"Secara teknis, pengerjaan lubang biopori akan dimulai secepatnya dengan melibatkan dua tim. Masing-masing tim terdiri atas dua orang pekerja yang akan bertugas membuat lubang biopori di titik-titik yang telah ditentukan," ia merinci.


Lubang biopori memiliki dua fungsi utama, yaitu meningkatkan resapan air ke dalam tanah sehingga dapat membantu mencegah kekeringan dan mengurangi risiko banjir. 


"Selain itu, lubang biopori juga berfungsi mempercepat proses dekomposisi sampah organik, seperti sisa makanan dan sayuran, sehingga dapat dimanfaatkan menjadi kompos," tegasnya.


Melalui program ini,  berharap dapat mengurangi limbah organik rumah tangga.

"Semoga masyarakat memiliki pemikiran yang lebih terbuka karena program ini sangat baik untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya. Saya juga berharap masyarakat dapat mendukung program ini dan tidak memiliki anggapan yang negatif terhadap pelaksanaannya," tutup Ahyad Busro. (Cr1).

Topik terkait
biopori Tangsel Pondok Cabe Udik Pamulang Tangerang Selatan program lingkungan pengelolaan sampah organik