Penjemuran Bulu Ayam di Kediri Timbulkan Bau Tak Sedap, Aktivis Lingkungan: Pengguna Jalan Lewat Sampe Muntah
Warga di sekitar Jembatan Semampir, Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri resah akibat bau tidak sedap. Diketahui dampak dari aktivitas penjemuran bulu ayam di...
Warga di sekitar Jembatan Semampir, Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri resah akibat bau tidak sedap. Diketahui dampak dari aktivitas penjemuran bulu ayam di dekat Sungai Beratas, Sabtu (29/11/2025).
\n\n\n\nPerwakilan Wana Rescue, Aji menyebutkan bahwa bau menyengat akibat aktivitas tersebut telah mengganggu kenyamanan warga.
\n\n\n\n“Baunya sangat menyengat, apalagi setelah hujan. Pengguna jalan yang lewat sampai muntah karena tidak kuat mencium aromanya,” ujarnya.
Ia menegaskan perlunya tindakan tegas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Peternakan dan Perikanan, mengingat aktivitas pembuangan atau penimbunan limbah ternak secara sembarangan tanpa regulasi yang benar tidak boleh dibiarkan terus berlangsung.
\n\n\n\n\"Tanpa pengelolaan yang sesuai standar, limbah ternak dapat menimbulkan dampak serius berupa pencemaran air hingga polusi udara yang membahayakan kesehatan warga,\" imbuhnya.
\n\n\n\nSambung ia, secara hukum, penjemuran limbah yang menimbulkan bau serta menyebabkan pencemaran lingkungan dapat dikenai sanksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), khususnya Pasal 104. Pelaku dapat diancam pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda hingga Rp 3 miliar.
\n\n\n\nKabid Trantib Satpol PP Kota Kediri, Agus Dwi Ratmoko, mengatakan bau tersebut diketahui berasal dari penjemuran bulu ayam lembab milik warga Kwadungan, Kabupaten Kediri.
\n\n\n\n“Sudah kami tindaklanjuti bersama tiga pilar, memberi peringatan kepada pemilik jemuran bulu. Selama tiga hari ke depan, proses penjemuran akan dipindahkan oleh pemilik,” ujarnya.
\n\n\n\nSeorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat terganggu.
\n\n\n\n“Wah mas, baunya parah. Kalau lewat jembatan baunya luar biasa. Saya olahraga lewat jembatan rasanya mau muntah,” keluhnya. (lik).
\n