News and Education Versi penuh
Nasional

Penjelasan Pagar Kawat di TKIP dan SDIP Pamulang;  untuk Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman Kegiatan KBM

Pengamanan juga dilakukan untuk melindungi aset negara berupa lahan dan bangunan senilai sekitar Rp160 miliar.

Oleh Adm 22 Aug 2026 14:54 3 menit baca

HARIANRAKYAT.Id, Jakarta – Setelah UIN Jakarta melakukan alih kelola TKIP dan SDIP Pamulang, peningkatan kualitas pengelolaan sekolah tidak hanya diarahkan pada kesejahteraan guru dan karyawan, tetapi juga pada peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM), termasuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa, guru, karyawan, serta wali murid.

Alih kelola tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya UIN Jakarta untuk menyelamatkan dan memastikan pengelolaan aset negara sedikitnya bernilai sekitar Rp160 miliar, yang terdiri atas lahan dan bangunan (8.000 meter), sekaligus melakukan penataan dan penyelamatan keuangan sekolah agar dapat dikelola secara baik, transparan, dan berkelanjutan untuk kepentingan pendidikan.

Kepala Pusat Informasi dan Humas UIN Jakarta, Zaenal Muttaqin, M.Ag., mengatakan penguatan aspek keamanan merupakan bagian dari penataan tersebut. Salah satunya melalui pemasangan pagar kawat di area perimeter sekolah sebagai langkah preventif untuk memastikan lingkungan sekolah tetap tertib dan mencegah akses pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

“Pemasangan pagar kawat ini merupakan bagian dari upaya menciptakan rasa aman dan nyaman dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Ini langkah preventif untuk memastikan lingkungan sekolah tetap tertib serta membatasi akses pihak-pihak yang tidak berkepentingan,” ujar Zaenal.

Zaenal juga memberikan klarifikasi terkait beredarnya video hoaks di media sosial yang menyebut orang-orang yang berada di lingkungan sekolah sebagai preman. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar. Orang-orang yang berada di lokasi merupakan personel keamanan atau sekuriti UIN Jakarta yang ditugaskan untuk membantu mengamankan lingkungan dan aset negara di kawasan sekolah.

“Perlu kami luruskan, mereka bukan preman. Mereka adalah sekuriti UIN Jakarta yang menjalankan tugas pengamanan. Kehadiran mereka merupakan bagian dari tanggung jawab UIN Jakarta untuk menjaga keamanan aset negara yang berada di lingkungan sekolah,” tegas Zaenal.

Menurut Zaenal, pengamanan tersebut diperlukan untuk memastikan aset negara berupa lahan dan bangunan tetap terlindungi dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan. UIN Jakarta juga berkepentingan memastikan aset tersebut digunakan sesuai peruntukan dan memberikan manfaat bagi kepentingan pendidikan.

“Kami ingin memastikan aset negara tetap aman dan digunakan sesuai peruntukannya. Pengamanan ini bukan untuk mengganggu kegiatan sekolah, apalagi menimbulkan ketakutan. Justru sebaliknya, ini bagian dari upaya memastikan aset dan lingkungan pendidikan terlindungi,” katanya.

Zaenal menambahkan, munculnya berbagai narasi di media sosial mengenai TKIP dan SDIP Pamulang perlu disikapi secara bijak. Informasi yang tidak terverifikasi, termasuk pelabelan terhadap petugas keamanan, berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu suasana belajar mengajar.

“Kami mengimbau siswa dan wali murid tidak perlu khawatir. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika ada informasi yang beredar di media sosial, kami berharap masyarakat melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah atau UIN Jakarta,” ujar Zaenal.

Ia menegaskan, peningkatan setelah alih kelola dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesejahteraan guru dan karyawan, peningkatan kualitas pembelajaran, penataan keuangan, hingga penguatan keamanan lingkungan sekolah.

“Alih kelola ini bukan semata-mata perubahan pengelolaan. Ini merupakan bagian dari upaya menyelamatkan aset negara, memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” kata Zaenal.

UIN Jakarta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pagar kawat dan keberadaan sekuriti bukan untuk menciptakan ketakutan, melainkan untuk memberikan rasa aman, menjaga aset negara, dan memastikan kegiatan belajar mengajar di TKIP dan SDIP Pamulang berjalan dengan baik seperti biasa. (*).

Topik terkait
UIN Jakarta TKIP Pamulang SDIP Pamulang pagar kawat TKIP SDIP alih kelola TKIP SDIP aset negara UIN Jakarta aset negara Rp160 miliar keamanan sekolah sekuriti UIN Jakarta kegiatan belajar mengajar KBM TKIP SDIP pendidikan Pamulang sekolah Islam pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Zaenal Muttaqin hoaks media sosial keamanan lingkungan sekolah wali murid siswa TKIP SDIP tata kelola sekolah