Pemprov Banten Godok Skema Sekolah Gratis Madrasah Swasta
\nPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah mematangkan persiapan program Sekolah Gratis bagi Madrasah Aliyah (MA) swasta.\n\n\n\nProgram ini menjadi bagian dari komitmen pemerat...
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah mematangkan persiapan program Sekolah Gratis bagi Madrasah Aliyah (MA) swasta.
\n\n\n\nProgram ini menjadi bagian dari komitmen pemerataan akses pendidikan.
\n\n\n\nHal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Banten, Deden Apriandhi. Deden menegaskan, Pemprov Banten sedang mengkaji formula terbaik pelaksanaan program tersebut.
“Kajian dilakukan dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan,†ujarnya disampaikannya usai Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi 2026, di Aula Inspektorat Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin (2/2/2026).
\n\n\n\nSecara prinsip, Pemprov Banten berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Komitmen ini tertuang dalam Pergub Nomor 15 Tahun 2025.
\n\n\n\n“Pergub tersebut mengatur Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta. Program Sekolah Gratis telah berjalan pada tahun ajaran 2025–2026. Penerima manfaatnya adalah siswa kelas X,†tambah ia.
\n\n\n\nDalam regulasi tersebut, Madrasah Aliyah juga masuk sebagai sasaran program. Namun demikian, Pemprov Banten menilai perlu kajian lebih komprehensif.
\n\n\n\nTujuannya agar implementasi tidak bertentangan dengan regulasi. Terutama terkait kewenangan Kementerian Agama.
\n\n\n\nMenurut Deden, prinsip kehati-hatian sangat diperlukan. Madrasah secara struktural berada di bawah Kementerian Agama. Pemprov tidak ingin terjadi tumpang tindih kewenangan.
\n\n\n\n“Pak Gubernur memahami siswa Madrasah Aliyah adalah masyarakat Banten. Karena itu, Pemprov mencari skema yang aman secara regulasi,†bebernya.
\n\n\n\nTanpa mengambil alih kewenangan Kemenag. Selain aspek regulasi, tata kelola dan mekanisme teknis juga menjadi perhatian.
\n\n\n\nPemprov Banten akan segera berkomunikasi dengan Kementerian Agama.
\n\n\n\nLangkah ini untuk menyelaraskan kebijakan pendidikan. Deden berharap komunikasi antar pemangku kepentingan semakin intens.
\n\n\n\nBaik pengelola madrasah, Kemenag, maupun pemerintah daerah. Data dan aspirasi diharapkan menjadi dasar kebijakan yang akurat.
\n\n\n\nPada tahun ini, Pemprov Banten juga mendorong sinergi dengan kabupaten dan kota. Dukungan daerah dinilai penting bagi keberlanjutan pembangunan pendidikan. Pendidikan disebut sebagai investasi terbaik bagi Banten.
\n\n\n\n“Sekolah Gratis adalah ikhtiar bersama meningkatkan kualitas SDM Banten,†pungkasnya.
\n\n\n\nIa menekankan pentingnya implementasi yang tepat sasaran. Agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. (din).
\n