Pemprov Banten Gelar Tablig Akbar, Santri Diingatkan Jaga Lima Karakter Utama
Pemprov Banten menggelar Tablig Akbar Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Raya Al Bantani, Kota Serang. KH Mirwan Munawar menyampaikan lima karakter utama santri, yakni disiplin, ikhlas, bersungguh-sungguh, kebersamaan, dan istikamah sebagai bekal membangun bangsa menuju Indonesia Emas.
HARIANRAKYAT.ID, BANTEN- Tablig Akbar Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Berlangsung di Masjid Raya Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Kamis (22/10/2026).
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Banten, Tubagus Rubal Faisal, mengatakan bahwa rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Banten telah diawali dengan kegiatan Jalan Sarungan Santai di Labuan beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah, baru saja kita selesai menyelenggarakan kegiatan tablig akbar di Masjid Raya Al Bantani. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pihak Provinsi Banten dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026,” ungkap Rubal Faisal.
Dalam tablig akbar tersebut, penceramah KH Mirwan Munawar menyampaikan pentingnya peran santri dalam perjalanan bangsa, mulai dari merebut kemerdekaan hingga berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas.
Menurutnya, terdapat lima karakter santri yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, yaitu disiplin, ikhlas, bersungguh-sungguh, memiliki rasa kebersamaan, dan istikamah.
Karakter disiplin menjadi salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam mencapai cita-cita. Sementara itu, keikhlasan dalam belajar dan beribadah merupakan nilai penting yang perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kemudian santri memiliki karakter mujahadah atau bersungguh-sungguh. Manusia akan mendapatkan apa yang diinginkannya karena kesungguhannya," ujarnya.
Selain itu, kata KH Mirwan Munawar, santri juga dituntut untuk menjunjung tinggi kebersamaan meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.
Kebersamaan tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, membantu, berbuat kebaikan, dan memaafkan. Karakter terakhir yang ditekankan adalah istikamah, yakni konsisten dalam menjalankan kebaikan dan menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari.
"Lima karakter santri tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari," pungkasnya. (din).