News and Education Versi penuh
Tangerang Raya

Pemkot Tangsel Siapkan U-Turn dan ITTS, Solusi Baru Atasi Kemacetan Jalan Raya Serpong

Kedua langkah ini diharapkan membantu mengurai kemacetan, meningkatkan pemantauan arus kendaraan dan mempercepat penanganan gangguan lalu lintas melalui koordinasi Pemkot Tangsel, Pemprov Banten, dan kepolisian.

Oleh Adm 23 Oct 2026 05:20 4 menit baca

TANGSEL – Kemacetan di Jalan Raya Serpong terus menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dua langkah disiapkan untuk mengurai persoalan tersebut, yakni membangun putaran balik kendaraan atau U-Turn di kawasan Melati Mas–Bundaran Alam Sutera dan mengembangkan sistem pemantauan lalu lintas berbasis teknologi, Intelligent Transport Tangerang Selatan (ITTS).

Rencana itu dibahas dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) sekaligus sosialisasi pembangunan U-Turn dan pengembangan ITTS di Lantai 4 Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Senin (19/10/2026).

Forum tersebut melibatkan Pemkot Tangsel, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Banten, kepolisian, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Yanuar, mengatakan penanganan kemacetan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan jalan. Koordinasi lintas instansi dan pemanfaatan teknologi juga diperlukan agar pengaturan lalu lintas lebih efektif.

“Melalui forum ini, kami mendorong koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya. Harapannya, berbagai persoalan lalu lintas dapat ditangani secara bersama-sama,” ujar Yanuar.

Menurutnya, ITTS dikembangkan untuk membantu petugas memantau kondisi lalu lintas secara lebih terintegrasi. Sistem tersebut diharapkan memudahkan pengawasan arus kendaraan sekaligus mempercepat respons ketika terjadi gangguan di jalan.

Pusat pemantauan ITTS saat ini sedang dipersiapkan di kawasan perkantoran Lengkong. Pengembangannya melibatkan Dishub bersama perangkat daerah lain, termasuk Dinas Cipta Karya dan Dinas Komunikasi dan Informatika, terutama untuk memenuhi kebutuhan server, jaringan, dan teknologi pendukung.

“Dengan sistem yang lebih modern dan terintegrasi, kami berharap pemantauan lalu lintas bisa dilakukan lebih optimal,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena, mengungkapkan pembangunan U-Turn di Jalan Raya Serpong, kawasan Melati Mas menuju Bundaran Alam Sutera, telah mendapat dukungan dari instansi terkait.

Pembangunan fasilitas tersebut direncanakan mulai pekan keempat Oktober hingga akhir Desember 2026. Pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Dinas PU Provinsi Banten karena ruas jalan tersebut berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.

Adapun desain U-Turn dikoordinasikan dengan Dishub Provinsi Banten agar sesuai dengan kondisi jalan dan kebutuhan pergerakan kendaraan.

Lokasi pembangunan berada di sekitar bekas Restoran Laut Biru yang kini menjadi tempat kebugaran atau gym. Fasilitas tersebut diharapkan mempermudah kendaraan yang melintas dari kedua arah, termasuk kendaraan dari kawasan Alam Sutera menuju Tangerang.

“Alhamdulillah, seluruh pihak menyepakati dan mendukung pembangunan U-Turn tersebut. Dari pihak PU Provinsi Banten juga sudah menyampaikan kesiapan untuk melaksanakan pembangunan,” kata Martha.

Ia menjelaskan, rancangan fasilitas putar balik itu memiliki lebar keseluruhan sekitar 22 meter. Penataan ruang putar balik dan pembagian lebar jalur disesuaikan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.

Martha berharap pembangunan tersebut dapat mengurangi kepadatan dan semrawutnya pergerakan kendaraan di kawasan itu. Namun, ia mengingatkan, keberadaan U-Turn bukan berarti seluruh persoalan kemacetan bisa langsung teratasi.

“Harapannya, dengan adanya U-Turn ini, arus kendaraan yang sebelumnya cukup padat dan semrawut bisa lebih mengalir. Memang tidak bisa langsung menghilangkan seluruh kemacetan, tetapi setidaknya kondisi lalu lintas bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, penertiban bangunan maupun aktivitas yang menggunakan bahu jalan juga dinilai penting. Karena itu, Dishub membutuhkan dukungan Satpol PP dan instansi berwenang lainnya agar fungsi jalan tidak terganggu.

Tak hanya mengandalkan pembenahan infrastruktur, Dishub Tangsel juga menyiapkan pembaruan sistem pemantauan lalu lintas melalui ITTS. Sistem ini dikembangkan sebagai pengganti sistem sebelumnya yang sudah tidak aktif.

Pada tahap awal, pemantauan direncanakan mencakup lima titik, antara lain kawasan German Centre dan sejumlah lokasi di sepanjang Jalan Raya Serpong hingga kawasan Muncul.

Jumlah titik pemantauan nantinya dapat ditambah sesuai kebutuhan dan target pembangunan daerah.

“ITTS ini berfungsi untuk memonitor kondisi lalu lintas. Ke depan, kami berharap titik pemantauan bisa terus bertambah dan teknologinya semakin responsif,” ungkap Martha.

Dengan sistem tersebut, petugas diharapkan lebih mudah mengetahui kondisi jalan dan menentukan langkah penanganan ketika terjadi kepadatan maupun gangguan lalu lintas.

Dari pihak Pemprov Banten, Kepala UPT Jalan dan Jembatan, Hamdan, mengatakan rencana pembangunan U-Turn telah melalui koordinasi lintas instansi selama kurang lebih dua tahun.

Usulan awal berasal dari Dishub Tangsel, kemudian dikoordinasikan dengan Dishub Provinsi Banten hingga memperoleh kesempatan untuk direalisasikan melalui anggaran perubahan tahun ini.

Hamdan menegaskan, pembangunan tidak dilakukan secara terburu-buru. Perencanaan terlebih dahulu dibahas bersama Pemkot Tangsel, Dishub Tangsel, Dishub Provinsi Banten, dan kepolisian untuk memastikan konsep pembangunan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Dengan adanya rencana pembangunan ini, kami tidak langsung melakukan eksekusi. Sebelumnya, kami melaksanakan rapat dan diskusi bersama instansi terkait untuk membahas konsep serta memastikan perencanaan telah dikaji bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi kepada masyarakat juga diperlukan agar warga dan pihak yang berpotensi terdampak memahami rencana pembangunan serta dapat menyampaikan masukan.

Pemprov Banten berharap pembangunan U-Turn dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi pengguna jalan. Bersamaan dengan pengembangan ITTS, upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari penanganan kemacetan Tangsel yang lebih terarah dan melibatkan kerja sama pemerintah kota, pemerintah provinsi, serta kepolisian. (adv).

 

Topik terkait
Tangerang Selatan Pemkot Tangsel Kemacetan Jalan Raya Serpong U-Turn Melati Mas Bundaran Alam Sutera Intelligent Transport Tangerang Selatan ITTS Dishub Tangsel Pemprov Banten Infrastruktur Transportasi Lalu Lintas Tangsel