News and Education Versi penuh
Daerah

Pemalang Festival Literasi 2026, Perkuat Budaya Membaca dan Literasi Digital

Festival Literasi Pemalang 2026 resmi dibuka di Halaman GOR Kridanggo dan Kantor Dinperpuska pada 29 Juli–4 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat.

Oleh Adm 03 Aug 2026 16:30 2 menit baca

HARIANRAKYAT.Id PEMALANG — Pemerintah Kabupaten Pemalang  membuka Festival Literasi tahu 2026. Upaya meningkatkan budaya membaca sekaligus literasi digital masyarakat, 

di Halaman GOR Kridanggo dan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpuska) Kabupaten Pemalang, 29 Juli hingga 4 Agustus 2026.

Dinperpuska Kabupaten Pemalang, Edy Susilo Temu Raharjo, yang hadir mewakili Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes mengatakan mengatakan literasi saat ini tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Tetapi juga memahami informasi, berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.

"Literasi hari ini bukan sekadar mengeja kata atau menulis teks, melainkan keberanian untuk terus belajar, berpikir kritis, serta mengolah pengetahuan menjadi karya nyata. Di tengah maraknya arus informasi, kemampuan memilah informasi yang benar dan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya, saat membuka acara. 

Mengusung tema "Literasi Digital Menuju Pemalang Bercahaya, Membaca, Berkarya, Berinovasi untuk Pemalang Bercahaya".  Selama sepekan, masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari bedah buku, talkshow, workshop kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), lomba literasi berbagai jenjang usia, pentas budaya, hingga edukasi transaksi nontunai dan keamanan digital yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.


Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Literasi Kabupaten Pemalang. Menurutnya, peningkatan minat baca membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, hingga masyarakat.

Rahmah juga mendorong setiap instansi pemerintah, sekolah, dan pemerintah desa menyediakan perpustakaan atau pojok baca yang mudah diakses masyarakat. Menurutnya, gerakan literasi juga perlu diperluas hingga ke Posyandu melalui penyediaan sudut baca bagi anak dan keluarga.

Sementara itu, Kepala Unit Data, Statistik, dan Kehumasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal, Agung Sukmohadi, mengatakan Bank Indonesia terus mendukung peningkatan literasi keuangan digital di Kabupaten Pemalang melalui edukasi penggunaan QRIS, keamanan transaksi digital, serta pencegahan penipuan siber agar masyarakat semakin siap bertransaksi secara aman.

Pembukaan Festival Literasi Kabupaten Pemalang 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, komunitas literasi, pegiat pendidikan, serta tamu undangan. Festival akan berlangsung hingga 4 Agustus 2026 dengan agenda bedah buku, workshop AI, lomba literasi, pentas budaya, serta edukasi transaksi digital yang terbuka bagi masyarakat. (ris).

Topik terkait
Festival Literasi Pemalang 2026 Literasi Digital Indonesia Budaya Membaca Masyarakat Dinperpuska Pemalang Bank Indonesia QRIS Edukasi Keuangan Digital Workshop AI Pemalang