PBSA Catat Laba Anjlok 44%, Terseret Rugi Investasi Rp81,7M di Kuartal III
EmitenTrust.com - PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) membukukan laba bersih sebesar Rp87,89 miliar hingga kuartal III/2026. Angka tersebut merosot 44,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp157,17 miliar.
Penurunan laba tersebut terjadi meskipun pendapatan perseroan masih mencatatkan pertumbuhan. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, pendapatan PBSA mencapai Rp1,18 triliun, meningkat 15,7% dibandingkan Rp1,02 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, PBSA mencatatkan laba bruto sebesar Rp230,81 miliar, naik 11,5% dibandingkan Rp207,01 miliar pada kuartal III/2025.
Laba usaha juga mengalami pertumbuhan 15,7% menjadi Rp190,45 miliar dari sebelumnya Rp164,57 miliar. Kinerja tersebut didukung oleh penurunan beban umum dan administrasi menjadi Rp40,36 miliar dibandingkan Rp42,44 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, tekanan cukup besar datang dari pos penghasilan dan beban lain-lain, terutama kerugian perubahan nilai wajar investasi.
PBSA mencatatkan rugi perubahan nilai wajar investasi sebesar Rp81,77 miliar hingga September 2026. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih membukukan keuntungan sebesar Rp14,71 miliar.
Dengan demikian, terjadi pembalikan kinerja sebesar Rp96,48 miliar dari pos investasi tersebut.
Selain itu, laba penjualan investasi tercatat sebesar Rp5 miliar, relatif turun dibandingkan Rp5,68 miliar pada tahun sebelumnya. Penghasilan bunga juga menyusut menjadi Rp2,29 miliar dari Rp4,26 miliar.
Akibat tekanan tersebut, laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan turun menjadi Rp112,34 miliar, merosot 39,7% dibandingkan Rp186,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah dikurangi beban pajak final sebesar Rp24,45 miliar, laba tahun berjalan PBSA tercatat Rp87,89 miliar.
Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan mencapai Rp87,45 miliar, turun 44,3% dibandingkan Rp156,97 miliar pada September 2025.
Laba per saham dasar dan dilusian juga mengalami penurunan menjadi Rp29,24 dibandingkan Rp52,32 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Aset PBSA Turun Jadi Rp1,25 Triliun