MTQ XVII Tangsel Bukan Sekadar Lomba, Wagub Banten Minta SD-SMP Pintar Mengaji
Sejumlah inovasi turut dihadirkan, termasuk MTQ ASN, TNI, Polri serta perlombaan bagi penyandang disabilitas rungu wicara.
HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVII tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bukan sekadar ajang adu kemampuan membaca Al-Qur'an.
Lebih dari itu, MTQ menjadi momentum membumikan Al-Qur'an sekaligus mencetak qari dan qariah tangguh yang mampu mengharumkan nama daerah.
Namun, ada pesan khusus dari Wakil Gubernur (Wagub) Banten Dimyati Natakusumah. Dia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel membuat program pintar mengaji bagi siswa sekolah dasar (SD) negeri.
Dimyati menilai, kecintaan terhadap Al-Qur'an harus ditanamkan sejak dini. Salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler membaca Al-Qur'an di sekolah.
"Wali Kota Tangsel perlu membuat ekstrakurikuler membaca Al-Qur'an sesuai kewenangan pemerintah kota, SD-SMP. Tentu ini perlu kita pikirkan," ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan MTQ tingkat Kota Tangsel ke XVII di Puspemkot, Ciputat, Sabtu (7/11/2026).
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengingatkan seluruh peserta MTQ agar menunjukkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas. Hasil daripada MTQ mampu mendorong tumbuhnya kecintaan pada Al Quran.
"Karena itu, MTQ tidak boleh hanya dipandang sebagai perlombaan untuk mengejar kemenangan," tambah ia.
Ketua LPTQ Tangsel H Sobron Zayyan menjelaskan, MTQ merupakan agenda rutin berjenjang yang dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota.
Proses tersebut menjadi bagian penting dalam menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Tangsel pada MTQ tingkat Provinsi Banten.
"Ini menjadi perhatian khusus agar qari dan qariah memiliki mental berjuang dan tangguh. Dengan begitu, mereka bisa berkonsentrasi menghadapi MTQ Banten pada April mendatang," jelasnya.
Sobron menambahkan, MTQ juga menjadi sarana mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur'an agar kehidupan semakin diliputi keberkahan.
Pada penyelenggaraan MTQ XVII ini, terdapat 26 cabang perlombaan yang tersebar di 15 venue.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pendaftaran peserta pada 4 November, dilanjutkan technical meeting dan orientasi dewan hakim.
Puncaknya, pembukaan resmi MTQ digelar pada malam hari.
Selanjutnya, babak penyisihan berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Seluruh rangkaian perlombaan kemudian ditutup setelah seluruh majelis menyelesaikan pertandingan.
Tak hanya menggelar perlombaan reguler, LPTQ Tangsel juga menghadirkan sejumlah inovasi. Salah satunya mengembangkan MTQ antarapatur sipil negara (ASN) menjadi MTQ ASN, TNI dan Polri.
Langkah ini membuka kesempatan lebih luas bagi aparatur dari berbagai instansi, termasuk instansi vertikal, untuk menunjukkan bakat dan kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Inovasi lainnya adalah mempertahankan perlombaan bagi penyandang disabilitas rungu wicara.
Sobron menyebut, langkah tersebut sejalan dengan perkembangan MTQ nasional yang mulai memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkompetisi.
Bahkan, Tangsel menjadi salah satu daerah yang mempelopori penyelenggaraan perlombaan Al-Qur'an bagi penyandang disabilitas.
"Ini perlu disebarluaskan ke seluruh kabupaten di Banten dan provinsi di Indonesia. Kita ingin semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan membaca dan memahami Al-Qur'an serta mendekatkan diri kepada sumber keberkahan," tandasnya. (din)