News and Education Versi penuh
Tangerang Raya

Kinerja Baznas Tangsel Disorot: Target ZIS 2024 Tak Tercapai, 2025 Surplus, 2026 Dipatok Rp21 Miliar

\nKinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang Selatan menunjukkan dinamika tajam. Pada 2024 pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hanya mencapai Rp10 milia...

Oleh Redaksi 22 Jan 2026 09:20 2 menit baca
\n

Kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang Selatan menunjukkan dinamika tajam. Pada 2024 pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hanya mencapai Rp10 miliar, belum memenuhi target Rp11 miliar.

\n\n\n\n

Ketua Komisioner Baznas Tangsel Subhan mengatakan situasi berbalik drastis pada 2025. Dari target Rp17 miliar, Baznas Tangsel justru membukukan perolehan Rp21 miliar. Capaian ini menciptakan surplus dan diikuti penyaluran yang seimbang hingga sisa dana (cash on hand) nol rupiah, menandakan seluruh dana tersalurkan.

\n\n\n\n

\"Untuk 2026, Baznas Tangsel memasang target Rp21 miliar. Kami optimistis target tersebut realistis, berkaca pada pengalaman 2025 yang melampaui ekspektasi. Sumber ZIS paling dominan masih berasal dari zakat penghasilan dan zakat fitrah,\" ujar alumnus Pondok Pesantren Darrul Qolam itu.

\n\n\n\n

Sambung warga Kademangan, Kecamatan Setu bahwa Ke depan, Baznas Tangsel akan menggenjot infak. Salah satu skema yang tengah dijajaki adalah kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Tangsel dengan menyasar siswa sekolah negeri dari SD hingga SMP. Skema awal yang dibahas adalah infak Rp2.000 per pekan.

\n\n\n\n

\"Jika berjalan, potensi dana disebut bisa mencapai Rp80 juta per pekan, meski hingga kini belum ditetapkan karena menunggu kepastian regulasi\" tegas mantan Ketua KPU Tangsel.

\n\n\n\n

Soal penyaluran, pendidikan menjadi program prioritas utama, disusul kesehatan, dakwah dan advokasi serta kemanusiaan dan ekonomi. Di sektor ekonomi, Baznas menyalurkan bantuan gerobak dan modal usaha. Untuk pendidikan tersedia beasiswa dan bantuan pendidikan.

\n\n\n\n

\"Baznas Tangsel juga menerapkan dua pendekatan penyaluran, yakni programatik dan temporer. Pendekatan temporer melayani mustahik yang datang langsung, seperti kebutuhan buku, seragam dan perlengkapan sekolah,\" ia merinci.

\n\n\n\n

Di sektor kesehatan, bantuan mencakup biaya operasional, kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu serta perangkat penunjang lainnya. Tentunya capaian 2025 patut diapresiasi, namun target ambisius 2026 dan rencana infak sekolah menuntut kepastian regulasi, transparansi, serta pengawasan ketat agar pengumpulan dan penyaluran tetap akuntabel dan tepat sasaran.

\n\n\n\n

Ridwan (48) warga Ciputat Timur menyebut, Baznas Tangsel perlu menggali lebih luas potensi yang ada, bukan hanya sektor ASN yang mudah. Tapi ke sektor lain. \"Kalau hanya mengandalkan zakat penghasilan dari ASN itu sangat gampang. Yang sulit adalah bagaimana mampu menarik di luar itu untuk menyerahkan zakatnya ke Baznas Tangsel di tengah persaingan maraknya Lembaga Amil Zakat yang tumbuh subur di Tangsel. Faktanya mereka bisa survive,\" ia melontarkan kritik. (din).

\n\n\n\n

\n
Topik terkait
BAZNAS Tangsel Kinerja Baznas Tangsel Disorot: Target ZIS 2024 Tak Tercapai 2025 Surplus 2026 Dipatok Rp21 Miliar