Ketua PCNU Tangsel: Lembaga Harus Jadi Mesin Khidmah, Bukan Pajangan Struktur
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan H. Abdullah Mas’ud menegaskan seluruh lembaga PCNU harus menjadi mesin penggerak organisasi yang menghasilkan kerja nyata dan manfaat bagi jamaah. Pesan tersebut disampaikan dalam Muskercab PCNU Tangsel Masa Khidmat 2026–2031.
HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL — Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan, H. Abdullah Mas’ud, M.Si., menegaskan bahwa lembaga-lembaga PCNU harus menjadi mesin penggerak organisasi yang mampu menghasilkan kerja nyata dan manfaat bagi jamaah.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Muskercab PCNU Kota Tangerang Selatan Masa Khidmat 2026–2031, mengusung tema “Menggerakkan Lembaga, Mengakselerasi Khidmah: Membangun PCNU Tangsel yang Profesional, Produktif, Mandiri dan Berdampak.”
“SK bukan tanda bahwa perjuangan telah selesai. Justru SK adalah tanda bahwa pekerjaan baru dimulai. Kita tidak ingin pengurus hanya tercantum dalam struktur, tetapi harus hadir dalam gerakan dan memberi manfaat nyata kepada jamaah,” tegas Abdullah Mas’ud.
Menurutnya, PCNU Tangsel ke depan harus melakukan transformasi dari organisasi berbasis kegiatan menjadi organisasi berbasis kinerja dan dampak. Karena itu, setiap lembaga dituntut memiliki program prioritas, target terukur, indikator keberhasilan, jejaring kolaborasi, serta karya nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Ia merumuskan empat karakter utama yang harus menjadi budaya kerja lembaga PCNU Tangsel, yakni Profesional, Produktif, Mandiri, dan Berdampak.
“Jangan ukur keberhasilan hanya dari ramainya acara atau banyaknya program. Pertanyaan terpenting adalah: apa yang berubah karena kita bekerja dan apa manfaat yang dirasakan jamaah?” ujarnya.
Muskercab juga diarahkan menjadi momentum untuk menerjemahkan Road Map NU Tangsel 2026–2046 dan Renstra PCNU Tangsel 2026–2031 ke dalam program konkret masing-masing lembaga.
Ketua Yayasan Pesantren Al-Nahdlah ini juga mengingatkan agar lembaga tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi antar lembaga, Banom, MWCNU, Ranting, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat harus menjadi kekuatan baru PCNU Tangsel.
“Kita bergerak bukan untuk membesarkan diri, tetapi membesarkan khidmah. Kita bekerja bukan untuk meninggalkan nama, tetapi meninggalkan manfaat. Struktur harus menjadi gerakan, program harus menjadi manfaat, dan khidmah harus melahirkan dampak,” pungkasnya. (*).