KEK ETKI Banten di BSD City Perluas Akses Layanan Global
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten atau D-HUB SEZ di BSD City terus memperluas akses layanan global melalui pengembangan ekosistem terintegrasi berbasis inovasi.
HARIANRAKYAT.Id, BSD City, 20 Juli 2026 – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi dan Kesehatan Internasional (ETKI)
Banten dikenal D-HUB Special Economic Zone (SEZ) di BSD City memperkuat posisi sebagai kawasan ekonomi berbasis inovasi. Dengan menghadirkan standar global lebih dekat ke Indonesia.
D-HUB SEZ dikembangkan sebagai ekosistem terintegrasi menghubungkan sektor kesehatan, edukasi, teknologi dan ekonomi kreatif dalam satu kawasan smart city BSD City. Dengan menciptakan peluang bisnis yang kompetitif dan berdampak bagi masyarakat sekitar.
Melalui konsep besar “The Future, Closer to Home”, D-HUB SEZ berupaya menghadirkan berbagai layanan, institusi, dan peluang kelas dunia yang sebelumnya banyak diakses di luar negeri agar kini dapat dinikmati lebih dekat oleh masyarakat Indonesia.
Chief Operating Officer D-HUB SEZ, Lindawaty Chandra, mengatakan, D-HUB SEZ dibangun bukan hanya sebagai kawasan investasi, tetapi juga sebagai ekosistem terintegrasi yang mempertemukan institusi berstandar internasional, talenta terbaik, teknologi dan peluang ekonomi. Kehadiran 25 tenant global dan regional dalam setahun lebih beroperasi membuktikan daya tarik Indonesia sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi masa depan.
"D-HUB SEZ hadir untuk mewujudkan tujuan KEK di Indonesia, yakni menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan mendorong pemerataan pembangunan. Kami konsisten mendukung pemerintah membuka akses layanan kesehatan, pendidikan, dan teknologi berkualitas tinggi yang accessible dan inklusif. Kami juga berkomitmen untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata melalui penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 1.736 lapangan kerja tercatat dalam ekosistem D-HUB SEZ, yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekonomi regional maupun nasional," ujarnya.
Sebagai KEK pertama di Jabodetabek yang berfokus pada pengembangan ekosistem berbasis pengetahuan dan layanan bernilai tambah tinggi, D-HUB SEZ saat ini telah menghadirkan tenant dari empat sektor strategis yang saling terintegrasi dan memperkuat daya saing kawasan. Pada sektor kesehatan, D-HUB SEZ menghadirkan berbagai institusi kesehatan dan layanan medis internasional seperti ATOP Plastic Surgery, Alpha IVF, Morula IVF, Miracell, StemCord, Kaiser Clinic, FS Regenera, Seoul Jakarta Plastic Surgery, Genetron Health, Lifelink Clinic dan Increase.
Kehadiran para tenant tersebut memperkuat positioning kawasan sebagai pusat layanan kesehatan berstandar global yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan fertilitas, kesehatan perempuan, stem cell, estetika, hingga penanganan kanker tanpa harus bepergian ke luar negeri.
Di sektor edukasi, D-HUB SEZ telah menjadi rumah bagi institusi pendidikan bertaraf internasional seperti Monash University, BINUS ASO School of Engineering, dan Fuji Academy. Kehadiran institusi tersebut tidak hanya memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas global, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan, mendorong upskilling yang menghasilkan talenta berkualitas, serta peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia untuk menjawab kebutuhan industri masa depan.
Sementara itu, pada sektor teknologi, D-HUB SEZ menghadirkan tenant seperti APG (Data Center & Digital Infrastructure), Commsult (Enterprise Software Development), dan One Smart Services yang berperan dalam memperkuat infrastruktur digital, pengembangan teknologi, dan implementasi konsep smart city.
Adapun pada sektor ekonomi kreatif, tenant seperti Social Bread dan Nex Entertainment turut memperkaya ekosistem kawasan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, industri digital, serta pengembangan talenta kreator lokal. Sejak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten oleh Pemerintah Republik Indonesia pada Oktober 2024 hingga Kuartal I 2026, D-HUB SEZ telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp1,4 triliun.
Melalui pengembangan ekosistem yang terintegrasi, dukungan infrastruktur yang memadai, serta kehadiran tenant-tenant unggulan dari berbagai sektor strategis, D-HUB SEZ siap menjadi gerbang investasi berkualitas sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi baru yang mendukung transformasi Indonesia menuju ekonomi berbasis inovasi dan pengetahuan. (din).