Dinkes Kabupaten Kediri Gencarkan Gerakan Posyandu Aktif dan Tuntaskan Zero Dose
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri bersama seluruh kader posyandu se-Kecamatan Wates menggelar kegiatan Gerakan Posyandu Aktif dan Tuntaskan Zero Dose di Balai Desa S...
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri bersama seluruh kader posyandu se-Kecamatan Wates menggelar kegiatan Gerakan Posyandu Aktif dan Tuntaskan Zero Dose di Balai Desa Silir, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Rabu (17/9/2025).
\n\n\n\nKegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kabupaten Kediri untuk mengaktifkan kembali peran posyandu di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa.
\n\n\n\nKepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Achmad Khotib, menyampaikan bahwa kegiatan serupa dilaksanakan di empat titik yang tersebar di masing-masing wilayah koordinator kecamatan (korcam). Untuk wilayah Kecamatan Ngadiluwih, kegiatan dipusatkan di Balai Desa Silir.
“Kegiatan ini kami laksanakan di empat titik. Untuk wilayah Ngadiluwih dipusatkan di Balai Desa Silir,” ujar Achmad Khotib.
\n\n\n\nIa menegaskan bahwa keberhasilan program posyandu sangat bergantung pada dukungan aktif dari pemerintah desa.
\n\n\n\n“Bagaimanapun, kegiatan posyandu tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari pemerintah desa,” tambahnya.
\n\n\n\nDalam kesempatan tersebut, Achmad Khotib juga menyoroti capaian imunisasi anak di Kabupaten Kediri pada tahun 2025, yakni baru mencapai 50 persen. Karena ukuran vaksin itu adalah ukuran IDL atau Imunisasi Dasar Lengkap. Jadi bisa dihitung, IDL itu kalau anak dibawah usia satu tahun sudah mendapatkan imunisasi campak.
\n\n\n\n“Target kami adalah memastikan seluruh anak mendapatkan imunisasi lengkap, terutama campak untuk bayi di bawah satu tahun,” tegasnya.
\n\n\n\nLebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader posyandu yang bekerja secara ikhlas tanpa mengutamakan besaran honor yang diterima.
\n\n\n\n“Harapan kami, semangat para kader kembali membara. Mereka luar biasa, sudah bekerja dengan ikhlas membantu masyarakat, meskipun honor yang diterima bergantung pada kemampuan anggaran desa masing-masing,” ungkapnya.
\n\n\n\nTerkait upaya mencapai zero dose atau memastikan tidak ada anak yang luput dari vaksin, Achmad Khotib menjelaskan bahwa pihaknya merujuk pada data Supas (Survei Penduduk Antar Sensus) dari Kementerian Kesehatan. Berdasarkan data tersebut, tercatat sekitar 6.000 anak di Kabupaten Kediri belum mendapatkan vaksin.
\n\n\n\n“Kalau berdasarkan data Supas, ada sekitar 6.000 anak yang belum divaksin. Namun, jika melihat jumlah kelahiran, sebenarnya tidak sebanyak itu. Maka dari itu, kami meminta setiap desa untuk mendeteksi dan memverifikasi langsung di lapangan,” jelasnya.
\n\n\n\nDari hasil verifikasi awal, ditemukan beberapa desa dengan jumlah anak belum divaksin yang sangat sedikit, bahkan hanya satu atau dua anak. Hal ini menunjukkan pentingnya pendataan yang akurat agar intervensi kesehatan bisa tepat sasaran.
\n\n\n\nKegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan instansi terkait, di antaranya:
\n\n\n\nKepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Achmad Khotib, M.Kes, Camat Wates, Bapak Subur Widono, Ketua TP PKK Kecamatan Wates, Ibu Nuning Subur Widono, Para Kepala Desa se-Kecamatan Wates, Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Wates, Ketua Tim Kerja Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Kabupaten Kediri, Ibu Eny Soehartini, SKM., MM, beserta Tim Promosi Kesehatan, Kepala UPTD Puskesmas Wates, dr. Eny Dian Agustin, Kepala UPTD Puskesmas Silir, dr. Nurul Hanifah. (lik).
\n