Blar-Blar Mega Carnival Gerakkan UMKM, Kampung Katresnan Jadi Magnet Wisata Baru
Sebanyak 35 peserta mengikuti karnaval yang berakhir di Kampung Katresnan, sementara puluhan UMKM diberi ruang berjualan. Kampung Katresnan turut dikenalkan sebagai destinasi wisata baru berbasis kehidupan sosial masyarakat Desa Dukuh.
HARIANRAKYAT.ID, KABUPATEN KEDIRI – Blar-Blar Mega Carnival di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, tak sekadar menyuguhkan kemeriahan karnaval.
Komen ini menjadi ajang menggerakkan UMKM sekaligus mengenalkan potensi Desa Dukuh sebagai desa wisata, termasuk Kampung Katresnan, Sabtu (10/10/2026).
Ketua Panitia Blar-Blar Mega Carnival, Manon Kusiroto, mengatakan sebanyak 35 peserta akan mengikuti karnaval dengan menampilkan beragam kreativitas dan pertunjukan. Peserta akan melintasi rute yang telah disiapkan hingga finis di Kampung Katresnan.
“Setiap peserta akan dikawal satu personel kepolisian. Ini untuk mengatur jarak dan waktu agar pelaksanaan sesuai dengan yang sudah ditentukan,” kata Manon.
Pengawalan tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi kondisi mendesak selama kegiatan. Menurut Manon, personel yang melekat pada masing-masing peserta dapat segera melakukan penanganan apabila terjadi gangguan keamanan.
“Kalau ada hal mendesak seperti tawuran atau tindak kriminal lainnya, sudah ada anggota yang mengawal masing-masing peserta sehingga bisa segera diantisipasi,” ujarnya.
Tak hanya peserta karnaval, pelaku UMKM juga mendapat ruang untuk memanfaatkan ramainya kunjungan masyarakat. Puluhan pedagang telah mendaftar untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.
Pedagang dari luar Desa Dukuh diperbolehkan berjualan dengan membeli stiker tanda dagang khusus yang disediakan panitia dengan harga terjangkau. Sementara warga Desa Dukuh yang berjualan mendapatkan fasilitas tersebut secara gratis.
“Puluhan pedagang UMKM sudah membeli stiker tanda dagang khusus warga luar Dukuh dengan harga yang terjangkau. Selain itu warga Dukuh yang berjualan kami gratiskan,” kata Manon.
Pelibatan UMKM diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi selama pelaksanaan karnaval. Pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga dapat membeli berbagai produk yang ditawarkan pelaku usaha lokal.
Di sisi lain, Blar-Blar Mega Carnival menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Desa Dukuh sebagai desa wisata. Desa tersebut sebelumnya telah dinobatkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Kediri.
Panitia mengusung konsep dinamika budaya dalam pelaksanaan kegiatan. Panitia juga menyatakan berupaya menaati Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 200.1.3.1/19/418.62/2026 tertanggal 5 Agustus 2026 terkait penggunaan sound system atau sound horeg dalam kegiatan masyarakat dan karnaval.
Kampung Katresnan menjadi salah satu potensi yang akan dikenalkan kepada pengunjung. Kawasan tersebut menjadi titik finis Blar-Blar Mega Carnival dan tengah dikembangkan sebagai konsep wisata baru berbasis kehidupan sosial masyarakat Desa Dukuh.
Kampung Katresnan memiliki keunikan dari pola kehidupan sosial warganya. Mayoritas masyarakat di kawasan tersebut menikah dengan warga dari lingkungan sekitar, mulai dari tetangga hingga warga lain yang masih berada di wilayah desa meski berbeda RT.
Keunikan tersebut menjadi bagian dari cerita yang ingin diangkat dalam pengembangan Kampung Katresnan sebagai salah satu potensi wisata Desa Dukuh.
Dengan finisnya peserta di Kampung Katresnan, pengunjung diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan karnaval, tetapi juga mengenal kehidupan masyarakat serta potensi wisata yang dimiliki Desa Dukuh.
Melalui Blar-Blar Mega Carnival, panitia menargetkan dua manfaat sekaligus, yakni menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan memperluas pengenalan Desa Dukuh beserta potensi wisatanya kepada masyarakat. (lik).