BEI Kulik Kas Bukalapak (BUKA) Rp15,56T, 83% dalam Valas!
EmitenTrust.com - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengungkapkan bahwa sekitar 83% dari total kas dan setara kas perseroan ditempatkan dalam mata uang asing per 30 September 2026. Nilainya mencapai sekitar Rp12,9 triliun dari total kas dan setara kas sebesar Rp15,56 triliun.
Penjelasan tersebut disampaikan BUKA menanggapi permintaan klarifikasi lanjutan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor S-13417/BEI.PP2/10-2026 tertanggal 26 Oktober 2026.
Dalam tanggapannya, manajemen menyatakan penempatan dana dalam valuta asing dilakukan untuk memenuhi kebutuhan operasional dalam mata uang asing sekaligus mengoptimalkan imbal hasil dari kelebihan dana operasional yang dimiliki perseroan.
Kebijakan tersebut, menurut manajemen, tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan keamanan dana, likuiditas, serta kesesuaian jangka waktu penempatan dengan kebutuhan arus kas dan rencana bisnis.
Besarnya porsi kas dalam valuta asing menjadi perhatian bursa di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. BEI meminta penjelasan mengenai strategi pengelolaan risiko kurs, termasuk ada tidaknya batas maksimum eksposur valuta asing dan kebijakan lindung nilai atau hedging.
Menanggapi hal itu, BUKA menyatakan akan terus memantau penempatan dana dalam mata uang asing serta memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Namun, dalam jawaban yang disampaikan, perseroan tidak merinci target maupun batas maksimum eksposur valuta asing dan mekanisme hedging secara spesifik.
Selain menyoroti komposisi mata uang dalam kas perseroan, BEI juga meminta penjelasan mengenai peningkatan laba selisih kurs BUKA.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Bukalapak membukukan laba selisih kurs neto sebesar Rp872,4 miliar, melonjak dibandingkan Rp216,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan demikian, laba selisih kurs meningkat Rp656 miliar atau sekitar 303,1% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Manajemen menjelaskan, laba selisih kurs tersebut mencerminkan perubahan nilai tukar atas transaksi dan saldo moneter maupun instrumen keuangan dalam mata uang asing. Dampaknya hampir seluruhnya belum terealisasi selama periode berjalan.
Perseroan juga menegaskan bahwa keuntungan tersebut tidak seluruhnya berasal dari kas dan setara kas dalam valuta asing, tetapi turut dipengaruhi aset keuangan lancar lainnya, investasi jangka panjang, serta instrumen keuangan lain yang dimiliki perusahaan.