News and Education Versi penuh
Nasional

BAZNAS RI Bidik Kebangkitan Era Umar bin Abdul Aziz di Masa Prabowo, Kejar Zakat Rp327 Triliun

BAZNAS RI menargetkan kebangkitan pengelolaan zakat seperti era Khalifah Umar bin Abdul Aziz di masa Presiden Prabowo Subianto, dengan memaksimalkan potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun per tahun.

Oleh Adm 30 Jul 2026 00:19 2 menit baca

HARIANRAKYAT.iD, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menargetkan kebangkitan pengelolaan zakat seperti era Khalifah Umar bin Abdul Aziz di masa Presiden Prabowo Subianto. Dengan potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun per tahun.

Pimpinan BAZNAS RI, H Idy Muzayyad, menyebut momentum kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai peluang untuk mewujudkan hal tersebut. Menurutnya era Presiden Prabowo bukan tidak mungkin, meniru Khalifah kedelapan Bani Umayyah itu.

“Bagaimana kejayaan itu bisa terulang di era Prabowo Subianto,” kelakarnya, di sela Workshop Amplifikasi Literasi Keislaman Digital Era AI, di Gedung MUI, Menteng, Jakarta, Rabu (29/7/2026).


BAZNAS menilai optimalisasi penghimpunan menjadi kunci menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia. Maka untuk sampai pada target besar itu,  dibutuhkan  mitra dalam memperluas literasi zakat, publikasi, serta penguatan isu-isu aktual seputar zakat.


“Kami memerlukan kolaborasi dalam literasi dan publikasi zakat. Dakwah digital sangat penting agar program BAZNAS dapat disebarluaskan secara masif,” ujar Idy dengan yakin.

Ia mengungkapkan, potensi zakat yang mencakup zakat, infak dan sedekah (ZIS) mencapai Rp327 triliun per tahun. Namun, realisasi penghimpunan masih jauh dari optimal, yakni baru sekitar Rp40 triliun.

“Ini gap yang besar. Salah satu penyebabnya adalah faktor regulasi. Karena itu perlu konsolidasi antara keuangan syariah dan keuangan sosial agar menjadi kekuatan pemberdayaan umat,” tegasnya.

Menurutnya, jika potensi tersebut dapat dimaksimalkan, dampaknya akan signifikan dalam menekan angka kemiskinan ekstrem yang saat ini masih mencapai sekitar 2,3 juta jiwa.

“Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin kita bisa menghapus kemiskinan ekstrem seperti yang pernah terjadi pada masa Umar bin Abdul Aziz,” ujarnya.


Ia juga mencontohkan peningkatan penghimpunan zakat di lingkungan Istana yang mencapai Rp4,5 miliar dari sebelumnya Rp2,2 miliar atau naik lebih dari 100 persen. Pengalaman ini ditemui saat dirinya baru didapuk sebagai komisioner Baznas Ramadan 1447H. 


“Ini bukti bahwa dengan kebijakan dan kesadaran yang kuat, penghimpunan zakat bisa meningkat. Jika diperluas secara nasional melalui BAZNAS, dampaknya akan jauh lebih besar,” pungkasnya. (din).

Topik terkait
BAZNAS RI Zakat Rp327 Triliun Umar bin Abdul Aziz Prabowo Subianto Potensi Zakat Indonesia ZIS Nasional Kemiskinan Ekstrem Literasi Zakat Dakwah Digital Ekonomi Syariah Indonesia