News and Education Versi penuh
Banten

Andra Soni: 55 Persen Koperasi Merah Putih di Banten Sudah Miliki Lahan

\nPemerintah Provinsi Banten menyatakan sebanyak 55 persen Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayahnya telah memiliki lahan operasional. Dari total 1.551 unit koperasi yang...

Oleh Redaksi 25 Feb 2026 06:43 2 menit baca
\n

Pemerintah Provinsi Banten menyatakan sebanyak 55 persen Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayahnya telah memiliki lahan operasional. Dari total 1.551 unit koperasi yang direncanakan beroperasi, sebanyak 647 unit di antaranya kini sudah aktif melayani kebutuhan masyarakat desa.

\n\n\n\n

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni yang dibacakan Sekda Banten Deden Apriandhi dalam kegiatan Kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih Ranjeng dengan Program Keluarga Harapan dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (24/2/2026).

\n\n\n\n

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kesiapan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi masyarakat berbasis desa.

\n\n\n\n

“Kami optimistis Koperasi Merah Putih akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta mempercepat pengentasan kemiskinan di Provinsi Banten,” ujarnya.

\n\n\n\n

Koperasi Merah Putih Desa Ranjeng sendiri ditetapkan sebagai koperasi percontohan nasional dengan sistem manajemen dan unit usaha yang dinilai lengkap. Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis komunitas di tingkat desa.

\n\n\n\n

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sujatmiko menyebut pemerintah tengah mempercepat implementasi sejumlah program strategis nasional yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah. Di antaranya melalui penguatan Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), program Makan Bergizi Gratis (MBG), tiga juta rumah subsidi, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

\n\n\n\n

“Program-program tersebut dijalankan secara sistematis, terstruktur, dan masif guna menekan angka kemiskinan di Indonesia,” katanya.

\n\n\n\n

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan negara harus hadir dalam menciptakan pola pembangunan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat bawah melalui pemberdayaan koperasi desa.

\n\n\n\n

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menambahkan, Koperasi Merah Putih berpotensi berkembang menjadi jaringan ritel modern berbasis anggota yang mampu bersaing dengan ritel konvensional.

\n\n\n\n

“Masyarakat sekitar koperasi bukan hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemilik. Uang yang beredar dari anggota akan kembali dinikmati oleh anggota,” ujarnya.

\n\n\n\n

Dengan dukungan lahan operasional yang semakin luas, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus instrumen efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di Banten. (din).

\n\n\n\n

\n