Adelia dan Fatta Wakili Kota Tangerang di Youth City Changers 2026
HARIANRAKYAT.ID- Dua pemuda berprestasi yakni Adelia Nur Fadilah dan Fatta Muhammad Fauzan menjadi delegasi Kota Tangerang dalam kegiatan Youth City Changers (YCC) pada 28-30 Juni 2026 di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.
YCC menjadi salah satu rangkaian acara Rakernas APEKSI XVIII 2026 yang dihadiri oleh Wali Kota seluruh Indonesia.
Adelia mengatakan, YCC merupakan forum kolaborasi pemuda dari berbagai Kota di Indonesia yang menjadi ruang berbagi gagasan, inspirasi dan inisiatif kepemudaan dalam mendukung pembangunan kota yang maju dan berkeadaban.
"Forum ini sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam merespon berbagai tantangan perkotaan melalui perspektif baru, semangat kolaboratif serta ide-ide kreatif dan inovatif," ujarnya.
Mewakili Kota Tangerang, Adelia menyampaikan ide dan gagasan yang telah dilakukan untuk membangun Kota. Adelia mendirikan program Community Awareness and Right Education (CARE) sebagai wadah literasi bagi masyarakat.
CARE masuk ke sekolah-sekolah untuk merangkul siswa SMA dan SMK usia
enam belas sampai delapan belas tahun. Mereka berada di fase transisi yang paling rawan; menjadi calon pemilih pemula dan konsumen baru layanan digital, namun sayangnya paling rentan terjebak judi online, pinjol ilegal, hingga kejahatan siber.
"Di sini, CARE memastikan adik-adik
kita tidak hanya melek teknologi, tetapi juga paham cara mengelola keuangan pribadi mereka sejak dini," ujarnya.
Tidak berhenti di sana, CARE juga hadir merangkul pemuda menengah ke bawah dan pelaku ekonomi kreatif informal. "Kami
membekali mereka dengan pemahaman hak tenaga kerja dasar serta perlindungan konsumen siber agar mereka memiliki posisi tawar yang kuat dan mandiri secara ekonomi," ujarnya.
Sementara itu, Fatta Muhammad Fauzan memaparkan program Pemuda Berdampak Indonesia (PBI) yang berfokus pada upaya menekan angka pengangguran di kalangan pemuda. Program ini diawali dengan pembentukan mindset agar pemuda memiliki semangat untuk terus berkembang dan tidak memiliki pola pikir menganggur.
Setelah melalui tahap perubahan pola pikir, peserta akan dibekali dengan peningkatan kompetensi melalui berbagai pelatihan, seperti pengembangan keterampilan, kepemimpinan, dan public speaking, sehingga memiliki daya saing yang lebih baik di dunia kerja.
"Pada tahap lanjutan, peserta akan diarahkan mengikuti program Balai Latihan Kerja (BLK) sesuai bidang yang diminati. Sebagai tahap akhir, PBI berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), untuk membuka akses penempatan kerja dan mempertemukan peserta dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja," ujarnya.(DT)