Oleh: M. Hasan Gaido (MHG)
HARIANANRAKYAT.ID, Arab Saudi -Pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 baru saja selesai menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah penyelenggaraan haji dunia. Jumlah jamaah haji tahun ini mencapai lebih dari 1,7 juta orang dari berbagai negara yang berkumpul di Tanah Suci untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Presiden ISABC dan Pendiri Gaido Group, M. Hasan Gaido (MHG) menyampaikan bahwa haji tahun ini layak disebut sebagai Haji Era Digital dengan tajuk “Haji Mabrur Terkoneksi dengan Kebaikan.
“Penyelenggaraan haji tahun ini juga ditandai dengan transformasi digital yang sangat signifikan melalui penerapan sistem Nusuk. Pemerintah Arab Saudi menegaskan prinsip:
“La Hajja Bila Tasreh” (Tidak ada haji tanpa izin resmi),” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, tidak ada jamaah yang dapat memasuki kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina tanpa memiliki kartu Nusuk yang menjadi identitas resmi jamaah haji.
“Bahwa digitalisasi pelayanan haji telah membawa perubahan besar dalam tata kelola ibadah haji sehingga pelayanan menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi jamaah,” tambah ia.
Ia mengutip sabda Rasulullah ﷺ
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Artinya:
“Tidak ada balasan yang pantas bagi haji mabrur kecuali surga.”
(HR. Bukhari)
“Berbagai pelayanan haji di Arab Saudi mengalami peningkatan yang sangat besar sejalan dengan Visi Saudi 2030 yang dipimpin oleh Penjaga Dua Tanah Suci Raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman,” bebernya.
Peningkatan pelayanan terlihat mulai dari proses kedatangan di bandara Jeddah dan Madinah, sistem transportasi modern, Kereta Cepat Haramain, layanan bus antar kota dan antar masya’ir, peningkatan kualitas hotel-hotel di Makkah dan Madinah, hingga pengelolaan kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang semakin tertata.
“Dengan pengaturan yang lebih profesional dan berbasis teknologi, pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar dan relatif minim gangguan maupun insiden besar,” tukas H Hasan.
M. Hasan Gaido menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas berbagai inovasi dan peningkatan pelayanan tersebut.
“Kami berharap pelayanan yang semakin baik ini dapat membantu seluruh jamaah untuk lebih fokus beribadah sehingga memperoleh haji yang mabrur. Haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga, dan haji mabrur harus terkoneksi dengan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Lalu apa tanda-tanda haji mabrur?
Salah satu hadits yang menjelaskan ciri-ciri haji mabrur diriwayatkan oleh Imam Ahmad:
قالوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ؟ قال: إِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ
Artinya:
“Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah haji mabrur itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Memberi makan dan menebarkan salam (kedamaian). (HR. Ahmad).
Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa haji mabrur tidak berhenti pada pelaksanaan ritual semata, tetapi harus melahirkan perubahan perilaku dan akhlak yang lebih baik.
Tanda-tanda haji mabrur antara lain:
Semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Memiliki akhlak yang lebih baik setelah pulang dari haji.
Gemar membantu sesama dan memperbanyak sedekah.
Menebarkan kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang.
Menjaga kejujuran dan amanah dalam kehidupan.
Aktif dalam kegiatan sosial dan kemaslahatan umat.
Menjadi pribadi yang lebih sabar, rendah hati, dan bersyukur.
Menjaga semangat kebaikan yang diperoleh selama di Tanah Suci.
Haji mabrur adalah haji yang memberikan dampak nyata bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat manusia.
Semoga seluruh jamaah haji tahun 1447 H memperoleh predikat haji mabrur dan mampu menjadi agen kebaikan yang menghadirkan manfaat bagi sesama. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. (*).



