HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL — Pukulan dan sorak penonton memecah suasana Mall Teras Kota, Serpong, Minggu (17/5/2026). Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Tangerang Selatan resmi menggelar Open Tournament Phantom Strike 2, menghadirkan total 32 partai panas yang mempertemukan petarung dari berbagai daerah, bahkan luar Pulau Jawa.
Ajang ini bukan sekadar pertarungan di atas ring. Lebih dari itu, Phantom Strike 2 menjadi panggung pembuktian arena lahirnya petinju masa depan. Sekaligus tolok ukur kesiapan menghadapi Popda dan Porprov 2026.
Plt Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, Sodikin, menegaskan turnamen ini menjadi bagian penting dalam peta pembinaan atlet menjelang Pekan Olahraga Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Ini momentum besar. Tahun sebelumnya Porprov kita juara tiga, sekarang targetnya juara satu. Begitu juga Popda, dari juara dua kita dorong jadi juara satu,” tegasnya.
Dispora, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan penuh agar prestasi olahraga Tangsel terus menanjak.
Ketua Umum Pertina Tangsel, Ucok AH Siagian, menegaskan Phantom Strike bukan hanya soal menang dan kalah.
“Event ini kami desain bukan hanya prestasi atlet, tapi juga sisi entertain. Harapannya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Tangsel,” ujarnya.
Ke depan, turnamen ini direncanakan digelar dua kali dalam setahun, sekaligus menjadi ajang pemanasan menuju Porprov November mendatang.
Lebih jauh, Pertina juga serius membangun ekosistem pembinaan, termasuk menghadirkan camp pelatihan sebagai wadah penyaluran energi remaja.
“Daripada tawuran, lebih baik kita arahkan jadi atlet profesional,” tegas Ucok.
Ketua Umum KONI Tangsel, Mahludin, melihat turnamen ini sebagai solusi konkret.
“Ini bukan hanya mencari atlet Porprov, tapi juga bagian dari upaya menekan angka tawuran,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Panitia, Dicky Eriansyach merinci dari total laga, tercatat
28 partai boxing 9 partai endo strike (kategori striking bebas).
“Peserta datang dari berbagai wilayah, menunjukkan geliat olahraga bela diri yang terus tumbuh dari akar rumput hingga level nasional,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Cabang Bank Banten Tangsel Eman Yuliantoro menyampaikan ini sangat positif untuk mewadahi aksi tawuran remaja sekaligus sebagai bentuk kepedulian.
“Tentunya event berikutnya, kami Insya Allah akan selalu hadir sebagai bentuk kepedulian olahraga di kota Tangsel,” tutupnya. (din).



