HARIANRAKYAT.id MEDAN – Hubungan historis Melayu di dua sisi Selat Malaka diperkuat lewat jalur adat. Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara melakukan kunjungan diplomatik ke Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, Rabu (06/04/2026).
Kedatangan delegasi disambut langsung Konsul Negara Malaysia Tuan Mohamad Ridzuan Abdul Jalil dalam suasana penuh keakraban.
Kunjungan ini menjadi langkah awal terbukanya hubungan bilateral antara lembaga adat Batu Bara dengan unsur Kerajaan Malaysia. Delegasi dipimpin Dewan Pakar Majelis Ok Zulfani Anhar bersama Ketua Majelis Datuk Setiawangsa II.
Hadir pula Sekretaris Muhammad Rozali, Wakil Sekretaris Raisha Ramadhan, Ketua Bidang Hukum Viktor Oktavianus, dan Ketua Laskar Diraja Muhammad Yusuf. Pertemuan berlangsung hangat sebagai penghormatan atas jejak sejarah Melayu yang sama.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Datuk Setiawangsa II menegaskan relasi Malaysia dan Batu Bara bukan hal baru. Ia menunjuk keberadaan situs-situs bersejarah Melayu Kedah dan negeri-negeri berhampiran di pesisir Pantai Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, sebagai bukti keterikatan dua wilayah sejak era kesultanan.
Pernyataan itu membuat Konsul Negara Malaysia Mohamad Ridzuan mengaku takjub. “Hal ini akan saya ceritakan kepada kolega dan para peneliti di Malaysia, terkhusus keluarga saya, agar kedekatan sejarah ini tidak hilang,” kata Ridzuan.
Ridzuan menyebut bangsa Melayu pada dasarnya satu rumpun besar yang terpisah karena politik kolonial. Baginya, pertemuan dengan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara adalah momentum merawat ingatan kolektif dan persaudaraan lintas negara.
Ridzuan menilai diplomasi budaya lewat jalur adat penting untuk memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Sebagai tindak lanjut, Konsul Mohamad Ridzuan berjanji melakukan kunjungan balasan ke Kabupaten Batu Bara dalam waktu dekat. Agenda utamanya meninjau kondisi situs-situs bersejarah di Pagurawan serta wilayah Batu Bara lainnya.
“Kami akan agendakan ke Batu Bara. Kami mau tahu kondisi situs budaya tersebut,” tegasnya.
Kunjungan ini membuka peluang kerja sama kebudayaan, sejarah, dan pariwisata religi antara Batu Bara dan Malaysia. Situs-situs bersejarah Melayu berpeluang menjadi simbol pemersatu serumpun Melayu sekaligus destinasi ziarah lintas negara.
Pertemuan ditutup dengan penyematan pin Majelis Kedatukan oleh Datuk Setiawangsa II kepada Mohamad Ridzuan sebagai simbol kekerabatan kedua pihak.(*).



