HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL — Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Kota Tangerang Selatan kembali menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi yang aktif dan dekat dengan masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan sosial dan budaya, PBKM berupaya hadir, terdengar, dan dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar.
Komitmen tersebut tercermin dari berbagai kegiatan rutin yang dijalankan, khususnya selama bulan Ramadan. Setiap tahun, PBKM Tangsel aktif mengunjungi rumah yatim piatu untuk berbagi dan memberikan dukungan moral maupun materiil. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para pengasuh dan anak-anak, yang merasakan langsung kepedulian organisasi tersebut.
PBKM Tangsel melanjutkan tradisi dengan menggelar acara Halal Bihalal (HBH). Tahun ini, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad, 26 April 2026, bertempat di Rumah Makan Gurame Cobek Empang Bapa, Jalan Pintu Air, Benda Baru. Sebanyak 54 anggota Bundo Kanduang Minangkabau turut hadir dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Ketua PBKM Tangsel, Bundo Gusdarti Ilyas Piliang, SE., MM., menyampaikan bahwa Halal Bihalal menjadi momentum penting untuk saling memaafkan sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengingat dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau yang telah lama menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
“Melalui momentum Halal Bihalal ini, kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga memperkuat ingatan akan indahnya budaya Minang yang turut mewarnai kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Bundo Hj. Afniwatirl Sinkuan, BSc., selaku inisiator pendiri sekaligus pembina PBKM Tangsel, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya telah memiliki legalitas yang lengkap secara nasional. Ia juga menyebutkan bahwa PBKM memiliki kantor pusat di Tanah Datar, Batu Sangkar, Pagaruyung, Sumatera Barat.
dirinya juga menekankan agar Bundo-Bundo Minangkabau di rantau, selalu ingat dat bersandi sara, sara bersandi Kitabullah.
Dengan berbagai kegiatan yang konsisten dilakukan, PBKM Tangsel diharapkan terus menjadi wadah yang tidak hanya menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas, khususnya di Kota Tangerang Selatan. (*).



