HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Tangsel masa bakti 2025–2028, resmi dilantik. Berlangsung di Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Kamis (12/3/2026).
Sekretaris BWI Pusat, Anas Nasihin, menegaskan pelantikan pengurus BWI di tingkat daerah tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menguatkan gerakan perwakafan secara nyata di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa tradisi wakaf telah berkembang sejak masa Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk sedekah jariyah yang memberikan manfaat berkelanjutan.
“Wakaf merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat inklusif. Bahkan wakaf dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk non-Muslim, selama ditujukan untuk kepentingan kemaslahatan publik,” jelasnya.
Dalam konteks pembangunan sosial, dana wakaf juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan publik, seperti pembangunan fasilitas pendidikan, perbaikan infrastruktur, hingga pembangunan jembatan atau fasilitas umum lainnya. Anas juga menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat tiga instrumen filantropi utama, yakni zakat, infak, dan sedekah.
“Pertama, zakat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kedua, infak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekunder. Ketiga, sedekah yang memiliki cakupan lebih luas, termasuk dalam bentuk wakaf yang manfaatnya dapat berlangsung secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa konsep wakaf saat ini telah berkembang jauh lebih luas dibandingkan dengan praktik tradisional yang umumnya terbatas pada pembangunan masjid, musala, atau lahan pemakaman. Dalam praktik kontemporer, wakaf dapat dikembangkan menjadi wakaf produktif yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan Tangerang Selatan sebagai kota wakaf, yakni kota yang mampu mengoptimalkan berbagai instrumen wakaf untuk pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Walikota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan potensi wakaf di Tangsel tergolong sangat besar dan memiliki peluang strategis untuk dikembangkan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Potensi wakaf di Tangsel sangat besar. Jika dikelola secara optimal, wakaf dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat serta solusi dalam menjawab berbagai persoalan sosial,” ujarnya.
Keberadaan BWI memiliki posisi yang sangat strategis dalam mengelola dan mengembangkan potensi wakaf secara profesional dan akuntabel. Tanpa lembaga pengelola seperti BWI, berbagai persoalan terkait wakaf berpotensi menjadi beban pemerintah daerah, termasuk persoalan penyediaan lahan pemakaman dan fasilitas sosial lainnya.
“Kami mendorong BWI untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah, seperti bidang kesejahteraan rakyat (Kesra), Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta instansi terkait lainnya. Serta peningkatan literasi masyarakat mengenai wakaf, termasuk pemahaman terhadap berbagai instrumen wakaf modern yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sosial dan ekonomi,” ujar Benyamin.
Sementara itu, Ketua BWI Kota Tangsel yang baru dilantik, KH Yahya Sutaemi, menyampaikan bahwa kepengurusan periode 2025–2028 akan memfokuskan pada beberapa program strategis. Program pertama adalah melakukan pendataan aset wakaf secara komprehensif serta mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf. Program ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
“Pendataan dan sertifikasi aset wakaf sangat penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap tanah wakaf sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Program kedua adalah pengembangan wakaf produktif yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Selain itu, BWI Tangsel juga akan memperkuat kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh wilayah kota guna meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan aset wakaf secara lebih efektif.
“Melalui langkah-langkah ini, BWI Tangsel diharapkan dapat mendorong pengelolaan wakaf yang lebih profesional, transparan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (din).



