HARIANRAKYAT.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan menjadi faktor kunci dalam menentukan masa depan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan AHY saat menjadi pembicara dalam acara kuliah umum yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim, pembagian sembako, dan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, Rabu (5/3/2026).
Menurut AHY, meskipun Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kemajuan bangsa tetap sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang dimilikinya. Ia menilai Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengembangan pendidikan serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Meskipun Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, kemajuan bangsa tetap sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang dimilikinya. Saya menilai LDII memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengembangan pendidikan serta kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
AHY juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara ulama dan umaro menjadi kunci dalam mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ia menambahkan, situasi global saat ini penuh tantangan sehingga masyarakat Indonesia perlu terus menjaga persatuan dan rasa syukur atas kondisi bangsa yang relatif damai.
“Indonesia negara besar dan sangat majemuk. Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Apa yang terjadi di Timur Tengah sungguh mencekam. Kita harus lebih bersyukur Indonesia dalam keadaan damai, namun tidak boleh menganggap itu akan terjadi selamanya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengapresiasi peran LDII dalam menyampaikan dakwah Islam yang kuat dalam syariat namun tetap selaras dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Perpaduan antara nilai keislaman dan nasionalisme menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, sekaligus memiliki semangat patriotisme,” ujarnya.
Selain memberikan kuliah umum, AHY turut meninjau kawasan pendidikan di lingkungan pesantren. Ia melihat langsung berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari sarana olahraga, balai pelatihan, hingga pembangunan gedung sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang saat ini sedang diselesaikan.
Menurutnya, pengembangan fasilitas pendidikan di pesantren merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang memiliki kualitas pendidikan, karakter kuat, serta kemampuan menghadapi tantangan global.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, mengapresiasi kunjungan AHY yang dinilai dapat memberikan motivasi bagi para santri.
“Kami berharap kehadiran ini dapat memberikan semangat dan memicu para santri untuk terus berkembang menjadi pribadi yang memiliki pengabdian dan kontribusi bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia juga menilai sinergi antara kekuatan sosial dan otoritas pemerintah penting untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus mendorong pembangunan nasional.
Di sisi lain, Ketua Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Chairul Baihaqi, menegaskan komitmen pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan guna mendukung pembangunan SDM Indonesia yang unggul.
Menurutnya, sumber daya manusia merupakan modal utama bagi kemajuan suatu bangsa. Karena itu, pesantren terus berupaya menyediakan sarana pendidikan modern serta memadukan ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai agama.
Ia menambahkan, pembangunan sekolah umum mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di lingkungan pesantren merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki pola pikir baik, penguasaan ilmu pengetahuan, serta karakter religius.
“Melalui langkah tersebut, kami berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (lik).



