HARIANRAKYAT.ID, BANTEN- Delapan Kabupaten Kota di Provinsi Banten dipastikan bakal memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Banten. Komitmen ini di bangun guna mengembangkan bank daerah.
Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP), akan terus mendukung Bank Banten. Komitmen ini untuk mengembangkan bank milik anak kandung Provinsi Banten ke depan.
“Posisi saya (PSP) tidak bergeser dalam mendukung Bank Banten. Sejak bank Banten berdiri, pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Banten seolah tidak mungkin. Alhamdulillah lebih dari separuh kabupaten dan kota akan simpan RKUD di Bank Banten,” kata Andra Soni pada Rapat Kerja Nasional Bank Banten di Hotel Aston Cimone, Kota Tangerang, baru-baru ini.
Orang nomor satu di Banten itu menegakan agar kartu ATM Bank Banten hadir di setiap dompet masyarakat. Tenan-tenan maupun usaha ekonomi lainnya menggunakan QRIS Bank Banten. Demikian pula dengan mobile banking Jawara Mobile semakin banyak digunakan masyarakat yang semakin banyak menggunakan non tunai.
“Saya yakin nanti di jalan-jalan utama Provinsi Banten banyak logo Bank Banten. Pelan-pelan di setiap sendi kehidupan, saya yakin Bank Banten akan hadir,” paparnya.
Yang pasti, seiring pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, Bank Banten bakal melesat dan terus bertumbuh. Pada tahun 2025, produk domestik regional bruto (PDRB) di atas Rp 900 miliar atau enam besar nasional. Target tahun ini bahkan ditargetkan di atas Rp 1 triliun.
“Provinsi Banten bagian dari wilayah perbatasan pusat perekonomian. Ada 12,4 juta warga Banten. PDRB kita nomor enam tertinggi di Indonesia, khususnya di Pulau jawa, sudah mendekati angka Rp 1 triliun. Bank Banten sudah berada di wilayah yang benar,” beber Andra.
Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan, perkembangan kinerja pada tahun 2023-2025 sangat menggembirakan. Laba bersih unaudited sebesar Rp 64,84 miliar. NPL atau non performing loan mencapai 4,67 persen, dan rasio operasional di bawah 100 persen.
“Pada tahun 2025 rata – rata mengalami pertumbuhan 30 persen dibanding tahun 2024. Perkiraan pada tahun 2026 tumbuh 27 persen,” ucapnya.
Ada empat strategi. Pertama, penguatan pertumbuhan bisnis berkualitas dan berkelanjutan. Kedua, pengeluaran servis excellence dan operational excellence. Ketiga, penguatan sinergi kolaborasi dan kemitraan strategis. Keempat, penguatan human capital yang berintegritas, professional, dan produktif.
Bank Banten berupaya secepat mungkin untuk dapat mengelola RKUD delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Hal itu sejalan dengan peta jalan (roadmap) Bank Banten untuk menuju lima besar bank pembangunan daerah nasional.
Komisaris Bank Banten Deden Apriandhi mengatakan dewan komisaris mendorong agar rakernas tidak hanya menjadi forum perencanaan. Rakernas juga menjadi momentum konsolidasi dan komitmen bersama.
“Setiap program dan anggaran harus disusun secara realistis, akuntabel, serta selaras dengan visi jangka panjang Bank Banten,” ucapnya.
Sedangkan, Bank Jatim sebagai pemegang saham pengendali (PSP) Bank Banten yang diwakili oleh VP Policies & Procedure Division Bank Jatim Glemboh Priambodo mendukung Bank Banten. Potensi Bank Banten sangat besar apalagi dengan kondisi ekonomi termasuk potensi pertumbuhannya.
“Sehingga itu akan membawa Bank Banten menjadi region champion di daerahnya. Kita kolaborasi, sinergi, mendukung program-program Provinsi Banten, terutama program-program dari Bank Banten,” ucapnya. (din).



