HARIANRAKYAT.ID, BOGOR — Tewasnya seorang pekerja proyek renovasi Jembatan Leuwiranji, Kabupaten Bogor jatuh ke Sungai Cisadane akibat lemahnya pengawasan. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Gunung Sindur melontarkan kritik tajam.
Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Gunung Sindur Jaka Laidi menegaskan, kecelakaan kerja tersebut tidak bisa dilepaskan dari kelalaian akibat lemahnya pengawasan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor.
“Kalau kontraktor memiliki standar keselamatan yang baik, seharusnya semua prosedur dijalankan. Ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan kontraktor, bahwa proyek infrastruktur tidak boleh mengabaikan keselamatan tenaga kerja,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Selain itu, KNPI juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di lokasi jembatan penghubung Gunung Sindur dan Rumpin. Absennya papan proyek dinilai memicu tanda tanya publik terkait transparansi penggunaan APBD Kabupaten Bogor.
“Papan proyek itu kewajiban, baik bagi pemerintah maupun kontraktor. Tujuannya agar masyarakat tahu nilai proyek, sumber anggaran, pelaksana, serta durasi pengerjaan. Jangan sampai masyarakat menduga-duga atau berasumsi negatif,” tegasnya.
Insiden ini terjadi pada Minggu (1/2/2026) malam. Korban diketahui berinisial F (30). Ia terjatuh ketika sedang mengencangkan baut pada bagian jembatan. Namun, belum dipastikan apakah korban menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). (din).



