Tangerang Selatan – Kesadaran masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel) dalam mengelola sampah terus meningkat. Salah satu contoh nyata terlihat di Cluster Emerald Terrace, Perumahan Bintaro Jaya, Pondok Aren.
Dengan adanya pengelolaan itu, di mana warganya berhasil menerapkan pemilahan sampah organik dan non-organik sekaligus memanfaatkannya kembali untuk kegiatan produktif.
Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Indri Sari Yuniandri, menyambut baik inisiatif warga yang dianggap sejalan dengan program pemerintah daerah dalam menekan volume sampah.
“Pemilahan sampah itu langkah kecil yang membawa dampak besar. Kalau masyarakat bisa membiasakan diri memilah sampah, manfaatnya tidak hanya bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga bisa menunjang ekonomi dan kualitas hidup,” jelas,
Indri Sari Yuniandri.
Dengan demikian, Indri menegaskan, bahwa dalam kehidupan sehari-hari, sampah yang dihasilkan umumnya terbagi menjadi dua jenis yakni organik dan non organik.
Indri mencontohkan, bahwa sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, atau daun, yang dapat diolah menjadi kompos, pakan ternak, pakan maggot, hingga biogas.
Selain itu, kata Indri, sampah non-organik, seperti plastik, botol, dan kaleng, yang sulit terurai namun memiliki nilai ekonomis karena bisa didaur ulang.
“Warga Emerald Terrace sudah terbiasa memilah kedua jenis sampah tersebut. Sampah non-organik mereka salurkan ke Bank Sampah, sehingga bernilai jual dan tidak mencemari lingkungan,” terang Indri.
Sementara sampah organik dikomposkan serta diolah menjadi pakan maggot. Kompos digunakan untuk mendukung kegiatan urban farming, sedangkan maggot dijadikan pakan untuk ternak unggas dan ikan yang mereka budidayakan.
Hasil pengolahan sampah organik benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Salah satunya yang dilakukan oleh salah satu warga berinisial RY (42).
Pengolahan itu dilakukan dengan membangun sistem urban farming, menanam sayuran untuk konsumsi sehari-hari, serta berternak unggas dan ikan.
“Dengan demikian, siklus pemanfaatan sampah tidak hanya membantu mengurangi beban TPA, tetapi juga menghasilkan pangan sehat dan meningkatkan kemandirian keluarga,” terang RY ketika berbincang dengan wartawan.
Seperti diketahui, langkah kreatif warga Emerald Terrace dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Tangsel. Pasalnya, pola seperti ini diterapkan lebih luas, Tangsel bisa menjadi kota percontohan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pemilahan sampah membawa banyak manfaat, mulai dari mencegah penumpukan sampah di TPA, mengurangi pencemaran, hingga meningkatkan nilai ekonomis dari sampah yang dipilah.
Lebih dari itu, kebiasaan sederhana ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dengan adanya inisiatif seperti yang dilakukan warga Emerald Terrace Bintaro Jaya, DLH Tangsel optimistis gerakan pemilahan sampah dapat semakin meluas dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. (adv).



