back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaBogor RayaRibuan Jamaah Padati Masjid Ibadurrahman untuk Shalat Idul Adha 1446 H

Ribuan Jamaah Padati Masjid Ibadurrahman untuk Shalat Idul Adha 1446 H

HARIANRAKYAT.ID, BOGOR — Sejak mentari belum menampakkan sinarnya, ribuan jamaah sudah mulai memadati halaman dan ruang dalam Masjid Ibadurrahman yang terletak di Jalan Raya Bomang, Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jumat pagi (6/6/2025). Mereka datang dari berbagai penjuru untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1446 Hijriah dengan penuh khidmat.

Pelaksanaan shalat dimulai menjelang pukul 07.00 WIB, dipimpin langsung oleh Imam tetap Masjid Ibadurrahman, Ustaz Rio Miftahurrahman. Sebelum shalat dimulai, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) terlebih dahulu menyampaikan beberapa pengumuman penting kepada jamaah, di antaranya imbauan untuk merapatkan dan mengisi shaf yang masih kosong, serta meminta para orang tua agar mengondisikan anak-anak mereka agar tetap tertib selama ibadah berlangsung. Tak lupa, jamaah juga diminta untuk menonaktifkan ponsel guna menjaga kekhusyukan ibadah.

Usai shalat, khutbah Idul Adha disampaikan oleh Ustaz Suratman, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kecamatan Tajurhalang. Dalam khutbahnya, ia membawakan tema tentang keteladanan Nabi Ibrahim AS, sosok yang dikenal sebagai bapak para Nabi.

“Nabi Ibrahim adalah bapaknya para Nabi. Dari keturunannya lahir para nabi, hingga Nabi terakhir, Nabi Muhammad SAW,” tuturnya dengan suara penuh semangat.

Idul Adha-Penitia pelaksanaan Shalat Idul Adha Masjid Ibadurrahman Ustadzah Susan Ardian (ujung kanan) dan Hilmi (ujung kiri).

Ustaz Suratman mengisahkan perjalanan spiritual Nabi Ibrahim dalam mengenal Tuhannya. Ia pernah mengira bahwa bintang dan matahari adalah Tuhan karena kemegahan dan sinarnya. Namun, melalui perenungan yang dalam, ia menyadari bahwa Tuhan sejati adalah Allah SWT, yang kekal dan tak tergambarkan oleh makhluk apapun.

Puncak ujian keimanan Nabi Ibrahim, kata Ustaz Suratman, terjadi saat ia diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya tercinta, Nabi Ismail AS. Anak yang telah lama dinanti itu harus dikorbankan sebagai bentuk ketaatan. Namun karena ketaatan dan kesabaran Nabi Ibrahim, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran besar bagi umat manusia, tentang keimanan, kesabaran, dan kepasrahan kepada takdir Allah SWT,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung kisah perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang dengan sabar berlari antara bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air bagi putranya di tengah padang pasir yang tandus. Dari kegigihan dan doa yang tak putus itulah, Allah SWT mengaruniakan air zamzam yang mengalir hingga kini.

Dari semua kisah hidup Nabi Ibrahim, lanjutnya, banyak ibrah (pelajaran) yang bisa diambil. Mulai dari pendidikan terhadap keluarga, keteladanan dalam bersabar, hingga keikhlasan dalam berdoa meski jawaban doa belum kunjung tiba.

“Doa Nabi Ibrahim saja terkabul setelah tiga puluh generasi. Maka jangan pernah berputus asa ketika doa kita belum dijawab. Jangan selalu ingin doa kita dikabulkan dengan cepat dan tergesa-gesa,” tutup Ustaz Suratman mengakhiri khutbahnya.

Suasana pagi itu terasa penuh makna, gema takbir terus bersahutan, menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali merenungkan makna pengorbanan dan keikhlasan yang menjadi inti dari Idul Adha. (din).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News