HARIANRAKYAT.iD, KOTA TANGSEL- Kenaikan pagu anggaran pembangunan 2026 Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat naik Rp 600 juta dibanding tahun sebelumnya. Hal itu diterangkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) sebesar Rp 3,4 miliar, pada Senin (20/1/2025) di kantor kelurahan.
Lurah Sawah Mega Romala, menjelaskan kepada perwakilan RT dan RW serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk melakukan komunikasi secara intens soal usulan pembangunan. Sebab anggaran Rp 3,4 miliar tidak mungkin mengakomodir semua usulan. Oleh sebab itu perlu ada skala prioritas
“Namun jika usulan belum terakomodir dari musrembang masih ada lagi wadah yang disediakan oleh pemkot, salah satunya anggota dewan. Dan beruntung Kelurahan Sawah memiliki tiga anggota dewan,” ujarnya.
Dihadapan Camat Ciputat H. Mamat, serta anggota DPRD dari Fraksi PKS Nusaibah Jazuli dan Linda Evianti dari Fraksi Golkar, sambung pejabat asal Cipayung itu mengatakan bahwa pembangunan di Kelurahan Sawah belum merata dan belum maksimal. Maka melalui wadah Musrembang sebagai solusi untuk membahas semua permasalahan pembangunan.
“Secara keseluruhan jumlah RT tidak ideal, dengan indikator jumlah penduduk di beberapa RT cukup gemuk. Sehingga penanganan berbagai problem sosial belum optimal dan pembangunan belum ideal,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Ciputat H Mamat menyampaikan setelah diusulkan pada Januari, akan dilanjut penyusunan pada bulan Juni untuk masuk pada program 2026. Namun demikian, sebelum diselenggarakan Musrembang, telah melalui proses pra Musrenbang, dengan tujuan mempermudah usulan masyarakat, mana yang menjadi skala prioritas dan bukan.
“Bapak ibu harus memastikan saat mengusulkan program pembangunan, utamanya memastikan lokasi yang akan dibangun merupakan tanah aset. Jika bukan tanah aset, maka tidak akan dibahas. Demikian juga masing-masing RT dapat mengidentifikasi semua usulan, jadi bukan saja soal drainase dan jalan semata. Tapi kegiatan lain seperti pelatihan-pelatihan. Maka perlu kordinasi dengan karang taruna dan lain-lain,” ia mengingatkan.
Dirinya menjabarkan, pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp 3,418 miliar untuk pembangunan infrastruktur maupun sumberdaya manusia di 12 RW, 54 RT. Tahun sebelumnya Rp 2,8 miliar. “Dengan demikian ada kenaikan sebesar Rp 600 juta,” jelasnya.
Sedangkan Anggota DPRD Kota Tangsel Fraksi PKS Nusaibah Jazuli, menyampaikan dengan naiknya APBD Tangsel menjadi Rp 5 triliun berharap akan lebih baik lagi pembangunan di wikayah.
“Ini semua dari masyarakat untuk masyarakat. Tentu melalui Musrembang ini memiliki tujuan untuk berkordinasi dalam membangun wilayah Kelurahan Sawah,” pesan Anggota Komisi Empat yang membidangi infrastruktur itu.
Demikian disampaikan Anggota Fraksi Golkar Linda Evianti jika tahun lalu bedah rumah hanya ada dua titik di Kelurahan Sawah sawah. Tahun 2026 perlu ditambah, supaya penerimanya jauh lebih banyak. Pasalnya tak sedikit kondisi rumah yang perlu dibedah.
“Sebelumnya kami cek usulannya sangat sedikit. Maka kami berharap bapak dan ibu komunikasi dan tolong didata lagi. Khususnya rumah-rumah yang tidak layak huni, ditempati oleh nenek-nenek harus didahulukan. Yang penting tanahnya milik pribadi,” ujar Anggota Komisi Tiga DPRD Tangsel itu .
Menurutnya jangan sungkan untuk mengusulkan pembangunan. Sepanjang tinjuan di lapangan yang kerap dilakukan oleh dirinya, banyak jalanan rusak akibat tidak dilengkapi fasilitas drainse, kendati struktur jalan kerap diaspal.
“Saya sering keliling melihat kondisi jalan. Sering kali jalan sudah diaspal tapi tidak lama rusak. Itu karena tidak adanya drainse. Jika Drainase sudah bagus tidak akan ada jalan rusak,” tutupnya.(din).



