HARIANRAKYAT.ID, BOGOR -Rakerda XVI (Rapat Kerja Daerah XVI) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangsel berlangsung di Hotel Lorin, Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (23-25/12/2024).
Kepala Kemenag Tangsel Ahmad Rifaudin menyampaikan LPTQ dalam pengembangan tidak hanya lomba seni membaca Al Qur’an. Tetapi berbagai macam seni yang dilombakan dalam rangka usaha pemerintah membumikan isi kandungan untuk diimplementasikan dalam sehari-hari.
“Hanya saja MTQ diberbagai tingkatan penontonnya masih jauh yang diharapkan. Kenapa kurang daya tarik pelaksanaan MTQ. Maka perlu ada inovasi baru untuk mengundang masyarakat sehingga mereka punya daya ketertarikan,” ujarnya.
Mengharapkan kandungan pesan Al Qur’an tersampaikan ke masyarakat. Sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya bagaimana masyarakat bisa berbondong-bondong untuk hadir setiap cabang lomba.
“Paling tidak mereka senang dengan lagu enak didengar. Mudah-mudahan kecintaan menjadi tinggi terhadap Al Qur’an. Mudah-mudahan ada keinginan anaknya juga menjadi seperti itu,” ia mencontohkan.
Maka dengan adanya MTQ kehadirannya, dirindukan. Jangan sampai saat lomba hanya dewan hakim saja di arena lomba, bukan masyarakat yang datang. Jadi MTQ bukan milik para praktisi qori dan dewan hakim
“Tapi bagaimana masyarakat menjadi bagian dari even pelaksanaan MTQ” bebernya.
LPTQ diharapkan program-program yang disusun tidak hanya membina yang sudah jadi saja. Tetapi bagaimana bibit bibit awal yang saat ini diajari oleh guru ngaji di musola masjid dan rumah, perlu diajari para guru ngaji supaya para siswa bisa dikembangkan untuk generasi di masa akan datang.
“Kami lihat selama pelaksanaan MTQ mereka yang sudah memiliki bakat. Sebetulnya banyak juga anak-anak punya potensi tapi tidak mendapatkan kesempatan untuk memenangkan baca tulis Al-Qur’an,” tutupnya. (din).



