HARIARAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pelajar ke VIII Tingkat Kota Tangsel merupakan langkah yang cukup tepat. Bukan hanya mengasah kemampuan anak tampil di muka umum, juga nilai-nilai Al Qur’an untuk kehidupan kedepan jauh lebih penting bagi generasi muda.
Hal itu disampaikan Koordinator Pelaksana MTQ Pelajar yang digelar di lingkungan Yayasan Permatasari Sekolah Islam Cikal Harapan BSD Serpong Tangsel Abdullah Faqih.
“Saya rasa momen ini juga cukup strategis, selain meraih juara juga kesempatan yang sangat tepat menanamkan nilai-nilai Al Qur’an di tengah kalangan anak-anak khususnya pelajar di Tangsel,” ucap Ustad Faqih sapaan akrabnya, Selasa (17/12/2024).
Tentu dirinya selalu Kepala SMP Islam Cikal Harapan, penyelenggaraan MTQ Pelajar tingkat Kota Tangsel diharapkan bisa memperkuat religiutas pelajar di Tangsel. Sebagai penyelaman nilai Al-Quran akan meningkatkan religiutas para pelajar yang kini sudah mulai melorot seiring perkembangan zaman.
“Era digital telah banyak melahirkan efek kepada kebiasaan pelajar, salah satunya adalah kegiatan keagamaan. Mereka lebih peduli pada media sosial dibandingkan mengikuti kegiatan kegamaan,” ucap Bendaha Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama (LDNU) Tangsel itu.
Dia berharap, dengan kehadiran MTQ Pelajar di Tangsel akan menjadi pemicu terhadap kebiasaan membaca Al-Quran di kalangan pelajar. Bahkan nanti, tambahnya, akan menularkan pada teman sebaya mereka.
“Semoga ke depan lebih baik lagi dalam pelaksanaannya. Bisa banyak memperlombakan cabang dan jumlah pesertanya,” harap dia.
Sebelumnya Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengerjakan MTQ sebagai momentum penting memenangkan nilai Qur’an untuk generasi kedepan. Sudah 8 tahun MTQ pelajar Tingkat Kota Tangsel diselenggarakan. Tahun ini sedikitnya 200 peserta berasal dari tingkat SD hingga SMA se Kota Tangsel.
“Terima kasih kepada yayasan Permatasari. Ini hanya diselenggarakan di Tangsel. Terget kami mencetak generasi islami sesuai dengan motto religius,” ujar Benyamin di dampingi, Ketua Harian LPTQ Tangsel Dr KH Sobron Zayyan, Sekretaris LPTQ Tangsel Ustad Ahmad Syarif Hidayat, dan Kabag Kesra Tangsel Hj Rizkiyah serta dan Ketua Panitia Chaerudin serta jajaran pengurus LPTQ seperti Dr Abdul Rojak.
Ia katakan terjadi paradoks di lingkungan sekolah bahwa telah dibuat aturan agar anak-anak tertib dan teratur dalam berbagai aspek. Tapi disisi lain terjadi degradasi perangkat (internet) yang terjadi belakangan ini.
“Maka dibuatlah MTQ pelajar dengan harapan saat dewasa nanti, ada diantara mereka menjadi Walikota, direktur, pejabat dan presiden dalam hatinya tertanam nilai-nilai Al Qur’an. Kalian adalah generasi penerus dalam perubahan di masa depan,” ucapnya.
Turut dihadiri seluruh Camat, Camat Pamulang Mukroni, Camat Ciputat Timur Rasta Yudhatama, Camat Ciputat Mamat, Camat Pondok Aren Hendra, Camat Serpong Utara Anhar dan Camat Serpong Syaifuddin dan jajaran pegawai kecamatan Setu dan Ketua LPTQ Kecamatan Setu H Sanusi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Deden Deni. (din).



