HARIANRAKYAT.ID, KOTA KEDIRI– Warga keluhkan bau tidak sedap Pasar Setono Betek Kota Kediri. Akibatnya berdampak pada menurunya daya beli masyarakat.
Salah satu warga Rudi mengatakan, tidak betah saat masuk ke pasar Setono akibat bau yang tidak sedap. Semestinya lingkungan pasar udaranya segar supaya masyarakat nyaman ke pasar.
“Kalau pasar seperti ini pembeli juga tak ingin berlama-lama saat berbelanja karena baunya tidak sedap. Lama-lama bisa sepi,” tuturnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Jayabaya, Djauhari Luthfi, membenarkan Pasar Setono Betek sepi pengunjung dan tercium bau menyengat. Disebabkan karena belum adanya pengolahan limbah pasar yang semestinya ditangani dengan baik.
“Bau tidak sedap disebabkan tidak adanya instalasi pengelolaan limbah (IPAL). Untuk mengatasi masalah ini, berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan DLH guna melakukan perbaikan agar pengunjung merasa nyaman saat berbelanja,” ujarnya.
Namun sambung ia, soal terjadinya penurunan pendapatan bagi para pedagang, disebabkan terjadinya deflasi.
Di tengah kondisi deflasi, pengelola pasar terus melanjutkan program yang selama setahun ini fokus pada peningkatan SDM dan kesejahteraan karyawan. Kemudian soal pelayanan fasilitas pasar supaya pengunjung lebih betah saat berbelanja di pasar ini.
“Alhamdulillah, kesejahteraan karyawan meningkat, itu yang pertama. Kedua sarana prasarana pasar, kami berusaha menjadikan pasar itu nyaman untuk dikunjungi bagi masyarakat, jadi bagaimana nyamannya pasar sehingga masyarakat itu betah untuk berbelanja di pasar,” tambah Luthfi.
Sesuai rencana bisnis Perumda Pasar Jayabaya periode 2024-2028, beberapa target yang harus dicapai Dengan menarik lebih banyak pengunjung serta program digitalisasi pasar.
“Untuk penerapan sistem pembayaran QRIS yang telah mulai diterapkan di pasar tradisional di Kota Kediri. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman berbelanja bagi masyarakat,” tutupnya. (lik)



