HARIANRAKYAT.ID, KOTA KEDIRI–Proses penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Pemilihan Walikota (Pilwali) 2024 resmi dimulai. Berlangsung di Gudang KPU di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Ngadirejo, Selasa, 29 Oktober 2024.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri Reza Kristian menjelaskan tengah melibatkan 76 orang, terdiri dari 66 warga setempat dan 10 warga difabel. Ia menjelaskan telah menerima sebanyak 229.989 lembar surat suara untuk Pilwali.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 222.265 lembar akan disortir dan dilipat sesuai dengan daftar pemilih tetap (DPT), ditambah cadangan sebesar 2,5%,” ujarnya.
Reza juga menjelaskan bahwa KPU melakukan penyortiran untuk surat suara cadangan yang akan digunakan jika terjadi pemungutan suara ulang (PSU). Sedangkan 2.000 lembar surat suara PSU akan disimpan dan akan dimusnahkan jika tidak ada PSU setelah pelaksanaan Pilkada 2024. Untuk proses penyortiran ditarget dalam beberapa hari ini harus sudah tuntas.
“Proses ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dengan target penyelesaian pada 1 November 2024,” tambah ia.
Setelah itu, KPU akan melanjutkan dengan penyortiran dan pelipatan surat suara untuk pemilihan gubernur. Berdasarkan jadwal yang telah diagendakan diperkirakan tiba dari percetakan pada 30 Oktober. Dirinya juga menjelaskan soal ciri-ciri yang masuk golongan surat suara yang rusak, dengan harapan tenaga sortir bekerja dengan mudah dan cepat.
“Untuk memastikan kualitas surat suara, KPU telah memasang kriteria identifikasi surat suara yang rusak atau cacat di dinding gudang. Kriteria ini mencakup surat suara yang tidak merata, tidak jelas, tidak terbaca, serta yang memiliki noda atau cacat lainnya yang dapat memengaruhi keabsahan suara,” tambah ia.
Dengan langkah-langkah tersebut, KPU Kota Kediri berkomitmen untuk memastikan semua surat suara yang akan digunakan dalam pemilihan mendatang berada dalam kondisi baik dan memenuhi standar yang ditetapkan, demi kelancaran dan keadilan proses pemilu.
“Pengawasan untuk aktivitas tenaga penyortir dan pelipat surat suara terus dilakukan. Mereka bekerja sangat terampil dengan ketelitian supaya jika ada yang rusak bisa diketahui,” bebernya. (lik).



