Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyerahkan sertifikat penghargaan sekolah adiwiyata kepada 64 sekolah. Berlangsung di Ruang Blandongan, Jumat (6/9/2024).
Turut dihadir Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Forum Adiwiyata Kota Tangsel, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Kemenag Tangsel, Serta para Penerima penghargaan Adiwiyata Sekolah Kota Tangsel sebanyak 64 sekolah.
Selain acara penyerahan penghargaan, juga sosialisasi pentingnya Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) serta evaluasi pasa pemberian penghargaan kepada kepala dareah.
Sambutan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan Wahyunoto Lukman yang disampaikan oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan Doni Herawan, pertama berkaitan dengan cuaca saat ini, untuk sama-sama saling menjaga dampak polusi udara dengan mereduksi sampah di lingkungan sekitar baik di sekolah dan lingkungan rumah serta berbagai tempat lainnya.

“Oleh sebab itu, diharapkan sama-sama untuk bisa mengelola lingkungan dalam hal pengelolaan sampah agar lingkungan tetap asri. Menurut data Bidang Kebersihan, saat ini Tangsel memproduksi 1000 ton perhari dari aktivitas masyarakat. Ini pekerjaan rumah bersama. Bukan hanya pemkot tapi tugas dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Terpenting adalah mengurai sampah yang dihasilkan dari lingkungan baik di sekolah dan lingkungan keluarga. Dengan tujuan sampah yang dibuang ke TPA sudah terurai, baik organik anorganik. Ini sangat membantu sekali. “Terutama bagaimana menolah sampah dari hilirnya,” ucapnya.
Pihaknya juga sangat bersyukur Kota Tangerang Selatan saat ini bersama KLHK, Kemenag dan Dindik Provinsi Banten, melakukan upaya-upaya, seperti penerapan GPBLHS. Gerakan ini sangat berdampak positif bagi lingkungan sekolah, siswa, tenaga pendidik dan lain sebagainya.
“Semoga bisa ditularkan dan menjadi pedoman untuk menjaga lingkungan di wilayah Kota Tangerang Selatan,” ajaknya.
Sementara itu Narasumber pertama Kepala Bidang Pembinaan Perilaku Peduli dan Berbudaya Lingkungan dari KLHK Â Ernawati Eko Hartono mengatakan adiwiyata memasuki usia yang ke 18 tahun sejak digulirkan pertama kali pada tahun 2006 silam.
“Dengan 18 tahun Adiwiyata, kami ingin mengajak untuk lebih optimal dalam perilaku ramah lingkungan. Sehingga 18 tahun Adiwiyata harus lebih besar lagi untuk diperbincangkan,” ajaknya.
Dirinya menyebut dengan Pemkot Tangsel memberikan kepada 64 penghargaan Adiwiyata sekolah sangat sejalan dengan alasan mengapa pendidikan lingkungan itu penting. Menurutnya yang pertama dapat menumbuhkan karakter, selain itu dapat menumbuhkan kesadaran permasalahan lingkungan dan menciptakan generasi berkelanjutan.

“Dengan kata lain, pendidikan lingkungan adalah sebuah proses berkelanjutan untuk masa depan. Demikian juga tujuan gerakan GPBLHS yakni menerapkan ramah lingkungan kepada warga sekolah,” tambah ia.
Lanjut ia, bagi sekolah yang telah memperoleh Adiwiyata harus menyengankan bagi siswa. Jadi jangan menjadi beban bagi siswa, saat sekolah menjadi Adiwiyata. Dari data yang ada, sekolah di Indonesia baru 10 persen mendapatkan Adiwiyata.
Demikian juga disampiakan Narasumber kedua yang juga dari KHLH, Asih menyampaikan penghargaan Adiwiyata adalah sebagai apresiasi. Karena tujuannya adalah pendidikan lingkungan.
Ketua Pelaksana Elsandy Adha Mukhti yang juga selaku moderator menyampaikan kegiatan pemberian penghargaan sekolah adiwiyata tahun 2024 Kota Tangsel, dengan rincian 7 Taman Kanak-kanan atau sederajat, 34 sekolah/madrasah, 23 Sekolah Menangah Pertama/MTs. (adv).



