HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Nasionalisme Bangsa Indonesia sangat dipengaruhi dari daratan Eropa. Termasuk juga Timur Tengah yang mana para pendiri bangsa pernah belajar di Belanda sehingga coraknya sangat mewarnai masyarakat Nusantara.
Hal itu diungkapkan oleh Dosen Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Media Zainul Bahri menjelaskan konsep kebangsaan Indonesia berasal dari masyarakat. Kedua konsep dipengaruhi dari barat karena Hatta belajar di Belanda termasuk Soekarno dan Syahrir di Eropa.
“Maka konsep nasionalisme Eropa termasuk juga Timur Tengah Arab masuknya Islam. Eropa masuk pada masa sekuler yang dibawa oleh para pendiri bangsa sebelum Indonesia lahir. Yang akhirnya sepakat mendirikan bangsa Indonesia,” ucapnya saat hadir dalam Halaqah Kebangsaan Metode dan Keislaman yang Inklusif Dalam Menjawab Tantangan Dikooptasi pada Kepentingan Pragmatis, berlangsung di Masjid Al Jihad, Ciputat, Minggu (1/9/2024).
Dirinya mengajak masyarakat agar dapat mengisi nasionalismenya sebagai bangsa Indonesia. Yakni dengan berbagai hal positif termasuk menerima perbedaan sebagai Rahmat Allah SWT. Tentu sebagai umat Islam harus menebar kebaikan dan menerima perbedaan sebagai keniscayaan.
“Apa sumbangsih kita untuk memperkuat kebangsaan. Maka mari hargai perbedaan,” ujarnya.
Dirinya juga mengkritik para politisi yang sangat pragmatis. Apakah mereka membangkitkan nasionalisme atau justru kebalikannya. Harapan besar masyarakat Indonesia lahirnya banyak partai membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Nyatanya mereka sebagai elitis jauh dari harapan masyarakat. (din).



