1.739 Warga Pondok Ranji Terima Bantuan Beras, Total 5.187 Karung untuk Tiga Bulan
Total bantuan mencapai 5.187 karung, dengan masing-masing penerima memperoleh 30 kilogram atau tiga karung beras untuk kebutuhan selama Agustus–Oktober 2026. Penerima ditetapkan berdasarkan DTSEN kategori desil 1–4 dan bantuan wajib diterima langsung oleh warga yang terdata.
HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL — Sebanyak 1.739 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menerima bantuan beras tahap kedua.
Lurah Pondok Ranji Midih mengatakan, penyaluran bantuan telah dimulai. Penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Penyaluran sudah dimulai dan kami targetkan segera selesai diberikan kepada seluruh penerima," kata Midih.
Ia menjelaskan, setiap penerima mendapatkan tiga karung beras atau total 30 kilogram untuk kebutuhan selama tiga bulan. Totalnya 5.187 karung beras yang disalurkan.
"Bantuan ini tahap kedua untuk tiga bulan ke depan, yakni Juli, Agustus hingga September. Masing-masing menerima 30 kilogram beras atau tiga karung," ujarnya.
Sebelumnya, bantuan tahap pertama telah disalurkan pada Februari 2026. Saat itu, masyarakat penerima mendapatkan bantuan berupa beras dan minyak goreng.
Adapun penerima bantuan ditetapkan berdasarkan kategori desil 1 hingga 4. Kategori tersebut mencakup kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan ekonomi paling rendah.
Midih menegaskan, bantuan wajib diterima langsung oleh warga yang telah terdata.
"Ketentuannya warga yang masuk kategori desil satu hingga empat," tegasnya.
Jika penerima bantuan meninggal dunia, data penerima dapat digantikan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, bantuan tetap dapat disalurkan kepada keluarga yang memenuhi persyaratan.
"Program bantuan beras tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga daya beli," tambah ia.
Bantuan yang bekerja sama dengan Perum Bulog itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka kemiskinan dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
"Tentunya pemerintah selalu hadir bagaimana masyarakat sejahtera dan kemiskinan dapat ditekan," pungkas Midih. (din).