News and Education Versi penuh
Daerah

140 Siswa SLB Kota Kediri Dilatih Siaga Hadapi Bencana Alam

Sebanyak 140 siswa berkebutuhan khusus di SLB Putra Asih Kota Kediri mendapat pelatihan kesiapsiagaan bencana dari BPBD. Program ini menekankan edukasi prabencana melalui simulasi, pengenalan jalur evakuasi, hingga teknik penyelamatan diri. Guru pendamping juga dibekali keterampilan P3K untuk meningkatkan respons cepat saat kondisi darurat, guna membangun budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan sekolah.

Oleh Adm 16 Jun 2026 10:55 2 menit baca

HARIANRAKYAT.ID, KEDIRI – 140 siswa kebutuhan khusus dilatih tangkas hadapi bencana alam. Terdiri dari jenjang Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) hingga Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) di Yayasan Pendidikan Luar Biasa Putra Asih Kota Kediri, Senin (15/6/2026). 

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kota Kediri, Joko Ariyanto, mengatakan penanggulangan bencana paling efektif dilakukan pada tahap prabencana. Yaitu lewat sosialisasi, edukasi dan simulasi berkelanjutan.

 

“Esensi utama dari penanggulangan bencana justru terletak pada tahap prabencana. Ini sebagai upaya pencegahan supaya tidak menimbulkan banyak korban jiwa. Hal ini kerap terjadi akibat ketidaktahuan dan kepanikan menjadi pemicu utama korban jiwa,” ujar Joko saat membuka kegiatan.

 

Pembentukan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam  menciptakan masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai potensi bencana. Pengetahuan diperoleh para peserta diharapkan dapat ditularkan kepada generasi berikutnya. Dengan kesiapsiagaan menjadi bagian dari budaya sekolah.

 

 

“Siswa mendapatkan pembekalan mengenai langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana. Dari mengenali titik aman ketika gempa bumi, hingga memahami jalur evakuasi saat kondisi darurat. Edukasi diberikan melalui metode yang interaktif dan mudah dipahami agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus,” ia merinci.

 

Selain materi mitigasi bencana bagi siswa, para guru pendamping mendapatkan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Teknik pembalutan luka, penanganan awal patah tulang dan pemanfaatan peralatan sederhana di sekitar lingkungan saat evakuasi darurat.

 

“Pembekalan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam memberikan respons cepat saat terjadi keadaan darurat di lingkungan sekolah,” ia menegaskan.

 

Kepala SLB-B Putra Asih Kota Kediri, Rahmah Hidayah Solikhatin, mengatakan kolaborasi dengan BPBD dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih visual dan aplikatif bagi para siswa.

 

“Anak-anak kami membutuhkan pembelajaran yang lebih banyak melalui visualisasi dan praktik langsung. Karena itu, kami menghadirkan BPBD agar siswa memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi bencana,” katanya.

 

Rahmah menambahkan, pengetahuan dasar kebencanaan perlu diberikan sejak dini karena para siswa nantinya akan lebih banyak berinteraksi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

 

“Untuk memperkuat hasil pelatihan, pihak sekolah juga akan melaksanakan simulasi mandiri serta berkoordinasi dengan BPBD untuk memetakan kembali jalur evakuasi yang aman di lingkungan sekolah,” tutupnya. (lik).

 

 

 

Topik terkait
Kota Kediri SLB BPBD Kota Kediri edukasi mitigasi bencana alam