1.030 Lubang Biopori di Kedaung Pamulang Dikebut, Target Rampung November 2026
Kelurahan Kedaung, Pamulang, menargetkan pemasangan 1.030 lubang biopori rampung November 2026.
HARIANRAKYAT.Id, TANGSEL – Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menargetkan pemasangan 1.030 (seribu tiga puluh) lubang biopori rampung pada November 2026. Program ini telah berjalan sejak awal Juli 2026 dan kini sudah mencapai sekitar 100 titik pemasangan.
Lurah Kedaung, Darwin Sopian, mengatakan seluruh titik biopori akan tersebar di 102 RT dan 20 RW. Setiap RT mendapatkan alokasi pemasangan 10 lubang biopori lengkap dengan bantuan peralatan berupa pipa paralon sepanjang satu meter.
“Proses sudah berjalan, saat ini sekitar seratus titik. Target kami sebelum anggaran perubahan, November semua sudah terpasang,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Distribusi peralatan dilakukan secara bertahap dari kelurahan agar pengerjaan di lapangan bisa terus berjalan. Meski program berjalan, sejumlah kendala dihadapi di lapangan. Salah satunya kondisi lahan yang sebagian besar sudah tertutup beton atau plester, sehingga menyulitkan pengeboran.
“Kami sudah cek langsung, pengerjaannya tidak mudah. Banyak titik sudah dibeton sehingga cukup berat,” jelasnya.
Dalam kondisi tanah lunak, satu tim berisi dua orang dengan mesin bor bisa mengerjakan hingga 15 lubang per hari. Namun pada lahan keras, waktu pengerjaan menjadi lebih lama. Selain itu, faktor upah pekerja juga menjadi tantangan. Dengan kisaran Rp 90 ribu per hari, minat tenaga kerja dinilai masih rendah.
“Kami tetap berupaya agar program ini berjalan, termasuk mencari solusi agar tukang mau mengerjakan,” tambahnya.
Program biopori ini bertujuan meningkatkan daya resap air di lingkungan permukiman sekaligus mengurangi sampah organik rumah tangga. Menurut Sopian, manfaat biopori akan terasa saat musim hujan sebagai resapan air, sementara di musim kemarau dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah organik.
“Biopori ini penting untuk resapan air saat hujan dan bisa juga digunakan untuk sampah organik,” jelasnya..
Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang tinggi terhadap program ini. Bahkan, banyak masyarakat yang mengajukan penambahan titik biopori.
“Antusias masyarakat cukup besar. Kami harap biopori ini dirawat agar manfaatnya berkelanjutan,” tutupnya. (din).